Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 596 bencana alam terjadi di kabupaten Pamekasan, khususnya dalam setahun terakhir, terhitung sejak 1 Januari hingga 11 Desember 2023.
Jumlah tersebut mencakup sebanyak 7 (tujuh) jenis bencana berbeda yang lumrah terjadi di Pamekasan, sebagian besar di antaranya bencana kekeringan yang mencapai angka sebanyak 321 kejadian.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Pamekasan, Masrukin dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2023, di Lapangan Nagara Bhakti Kompleks Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Jum’at (22/12/2023).
“Berdasar data BPBD Pamekasan, total bencana alam selama 2023 tercatat sebanyak 596 peristiwa. Meliputi 6 peristiwa banjir, 39 tanah longsor, 27 cuaca ekstrem, 3 gempa bumi, 196 karhutla, 4 gelombang ekstrem dan abrasi, serta 321 kekeringan,” kata Masrukin.
Baca Juga: Pj Bupati Pamekasan Resmi Kukuhkan FPRB 2023-2026
Akibat peristiwa tersebut, terdapat ratusan ribu jiwa terdampak bencana yang terjadi dalam rentang waktu setahun terakhir. “Total dampak bencana sebanyak 244.399 jiwa terdampak, serta 4 jiwa lainnya mengungsi,” ungkapnya.
“Berdasar kajian resiko bencana, Pamekasan memiliki potensi beberapa jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, hingga gelombang pasang dan abrasi,” imbuhnya.
Dari itu pihaknya menyampaikan jika saat ini memiliki tantangan menyegerakan beragam kegiatan penanggulanan bencana, seiring dengan kompleksitas faktor yang mempengaruhi resiko bencana, serta sifat isu kebencanaan yang menjadi isu bersama.
“Tentunya kondisi perlu melibatkan seluruh pihak dan sumber daya yang kita miliki. Karena itu kami menyambut baik apel ini untuk memastikan kesiapan kita dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Pamekasan,” pungkasnya. [pin/ted]






