Bangkalan (beritajatim com) – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bangkalan mulai melakukan pelipatan surat suara untuk keperluan Pemilihan Umum (Pemilu). Untuk menghindari sabotase, KPU merekrut tenaga pelipat kertas suara dari luar Madura.
Pelipatan dilakukan di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) jalan Halim Perdana Kusuma, Kabupaten Bangkalan. Pantauan di lokasi, proses pelipatan yang diperkirakan mencapai ratusan ribu surat suara itu, KPU melibatkan sebanyak 142 pekerja dari luar Madura.
Komisioner KPU Bangkalan, Arif Bachtiar mengatakan, 142 orang pekerja itu berasal dari rekanan. Saat mengerjakan pelipatan suara mereka akan diawasi secara ketat di gudang logistik tersebut. “Ada petugas yang mengawasi pelipatan surat suara secara ketat,” terangnya, Jumat (22/12/2023).
Ia menjelaskan, alasan KPU sengaja mengambil pelipat surat suara dari luar Madura, untuk menghindari adanya sabotase ataupun afiliasi dari pihak tertentu. “Mereka semua dari luar Madura sehingga tidak mungkin terafiliasi dengan pihak tertentu,” imbuhnya.
Diketahui, saat ini gudang logistik pemilu di Bangkalan sudah menerima sebanyak 831.934 lembar surat suara DPD dan 831.934 lembar surat suara DPR RI.
“Sementara ini sudah ada 4 surat suara yang tidak layak pakai karena kelebihan potong sehingga tidak akan digunakan. Untuk total semuanya kami masih belum tau ada berapa yang tidak layak karena saat ini masih dalam proses sortir dan pelipatan. [sar/suf]






