Tuban (beritajatim.com) – Seorang difabel mengaku terharu dan bangga saat dilibatkan dalam acara yang digelar oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban sebagai anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG.
Dia adalah Atik Istiqomah (30), seorang difabel asal Desa Karangasem, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan stimulan yang diberikan oleh PT SBI dalam acara kolaborasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Tuban dan Forum Disabilitas Tuban itu.
“Saya terharu dan bangga atas bantuan ini, sehingga kami terus bersemangat agar tetap bisa produktif. Kami pasti bisa,” ujar Atik Istiqomah kepada Beritajatim..com saat kegiatan sedang berlangsung.
Acara yang dihelat di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, pada Rabu (20/12/2023), berhasil melibatkan 62 peserta difabel, menciptakan momentum kebersamaan dan mengapresiasi kontribusi difabel dalam masyarakat.
Istifaul Amin, General Manager SBI Tuban, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi warga difabel dalam peringatan HDI. “Saya bangga dan sangat mengapresiasi warga difabel karena mereka adalah bagian dari kita dan saudara kita yang hidup berdampingan dalam komunitas warga,” ungkap Amin.
Peringatan HDI dan HAM ini mengusung tema “Kebebasan yakni untuk Kesetaraan dan Keadilan bagi Sesama demi Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.” Acara ini dihadiri oleh 320 undangan, termasuk 62 difabel, pelajar, guru, serta perwakilan pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait.
Serangkaian kegiatan yang diadakan melibatkan 5 SLB dengan lomba tempel kolase, lomba mewarnai, lomba menggambar, dan pelatihan tata rias bagi warga difabel. “Pelatihan tata rias diikuti oleh 15 peserta tuna rungu dan tuna wicara, 10 peserta dari Forum Difabel Tuban, serta 5 warga difabel dari desa sekitar pabrik,” jelas Amin.
M. Yunani Rizzal, General Affairs dan Community Relations Manager SBI Tuban, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini. “Semoga keuletan dan kegigihan mereka menularkan semangat positif dalam menjalani hidup bersama-sama dalam komunitas masyarakat,” ucap Rizzal.
Acara tidak hanya melibatkan difabel, tetapi juga melibatkan pelajar SD atau Madrasah Ibtidaiyah dalam berbagai lomba. Ini bertujuan untuk penyebarluasan nilai-nilai HAM dan anti kekerasan, membangun kebersamaan dalam keberagaman. Lomba-lomba tersebut mencakup drama, sastra Bahasa Indonesia dan Inggris, serta pembacaan puisi yang diikuti oleh 16 sekolah. [ayu/ian]






