Blitar (beritajatim.com) – Lowongan untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Blitar sepi peminat. Batapa tidak, sehari jelang penutupan rekrutmen, jumlah pelamar KPPS di Kabupaten Blitar masih 90 persen.
Dari data yang dimiliki oleh KPU Kabupaten Blitar, terpantau sejumlah desa di beberapa kecamatan jumlah pelamar KPPS masih sedikit. Desa-desa tersebut terletak di lokasi terpencil. Seperti Kecamatan Panggungrejo, Kademangan hingga Sanankulon.
“Ada yang terpenuhi ada yang belum terpenuhi. Contohnya Sanankulon, Kademangan, juga Panggungrejo itu belum terpenuhi,” kata Bahaudin, Komisioner KPU Kabupaten Blitar, Rabu (20/12/23).
Meski minim peminat, namun KPU Kabupaten Blitar yakin jumlah KPPS di beberapa TPS terpencil tersebut bakal terpenuhi. Keyakinan KPU itu didasarkan pada informasi yang diberikan PPS perihal para calon pelamar KPPS telah mengambil berkas. Namun mereka belum mengembalikan.
KPU Kabupaten Blitar terus melakukan monitoring ke PPK dan PPS terkait rekrutmen KPPS. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan KPPS untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Blitar bisa terpenuhi.
Pasalnya jika tidak terpenuhi akan menjadi masalah yang cukup rumit, karena sesuai dengan aturan tidak ada perpanjangan waktu rekrutmen KPPS. “Tidak ada perpanjangan, tapi kami selalu meng-update jadi bisa terus memantau,” tuturnya.
Namun tidak semua kecamatan minim pelamar, beberapa desa justru kelebihan jumlah calon anggota KPPS. Desa tersebut tentu berada di daerah strategis dan mudah dijangkau. “Yang daftar sampai 10, bahkan ada yang ada 14. Tentunya nanti yang surplus maka KPPS akan melalukan perangkingan,” ucapnya.
Total kebutuhan KPPS Kabupaten Blitar sendiri mencapai 24.752 orang. Puluhan ribu KPPS tersebut akan bertugas di 3536 TPS. Masing-masing TPS akan disisi oleh 7 anggota KPPS. [owi/suf]






