Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyoroti adanya mispersepsi antara wali murid dan pihak sekolah terkait biaya pendidikan. Masih ada yang mengira jika sebuah pembayaran tertentu adalah praktik pungutan liar (pungli).
“Ini mohon dijaga dan dijelaskan bahwa yang tercover pemerintah pusat sekian itu untuk apa saja, dan pemprov sekian untuk apa saja. Pembiayaan ekstrakulikuler, pelatihan, kursus dan seterusnya harus dibiayai oleh masing-masing siswa,” ujar Khofifah saat Refleksi Pendidikan, Selasa (19/12/2023).
Oleh karena itu, Khofifah mengingatkan kepada para wali murid yang menjadi komite sekolah agar setiap keputusan berdasarkan persetujuan kepala sekolah. Tentunya, itu terkonfirmasi kepada seluruh wali murid.
Di sisi lain, berbagai capaian sektor pendidikan di Jatim harus dipertahankan serta ditingkatkan. Salah satunya, diraihnya penghargaan sebagai provinsi dengan siswa terbanyak diterima perguruan tinggi negeri.
Bahkan, Jatim mampu mempertahankan prestasi itu empat tahun berturut-turut. Menurut Khofifah, capaian tersebut tidaklah mudah. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pihak sekolah membekali siswa dengan nilai akhlak.
“Tiga hari lalu ada seminar international di Surabaya. Ada guru besar dari Mesir yang menyampaikan bahwa agama adalah ilmu, ilmu adalah amal, dan amal adalah akhlak. Jadi pada dasarnya agama itu akhlak,” katanya.
Khofifah menilai, bahwa semakin tinggi indeks pembangunan manusia maka karakter yang terbangun harusnya makin baik. “Anak-anak adalah generasi emas yang akan mengisi Indonesia Emas tahun 2045. Siapkan diri dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menyebut Refleksi Pendidikan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Jatim sesuai Nawa Bhakti Satya yang didalamnya terdapat program Jatim Cerdas dan Jatim Sehat.
“Kami menyaksikan tiap hari di tahun 2023 tiada prestasi tanpa diraih Jatim, baik siswa hingga guru di tingkat nasional maupun international. Tidak mungkin kita raih prestasi ini tanpa dukungan Bu Gubernur Khofifah,” jelas Aries.
Perhatian Khofifah juga terbukti melalui anggaran yang gelontorkan dari APBD yang jumlahnya hampir 22 persen bagi pendidikan, untuk perbaikan dan peningkatan dari sarpras di berbagai sektor, baik SMA, SMK maupun SLB.
“Gubernur selalu keliling di berbagai sekolah. Setiap ada permasalahan pasti minta diselesaikan dan ditingkatkan sarprasnya,” ungkap Aries. [ipl/ian]






