Pamekasan (beritajatim.com) – Tantangan terberat dalam tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, salah satunya berupa penyebaran informasi hoaks.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Mohammad Halili dalam Media Gathering Sosialisasi Tahapan dan Kampanye Pemilu 2024, di Ballroom Hotel Odaita, Jl Raya Sumenep 88 Pamekasan, Minggu (17/12/2023) lalu.
“Tantangan terberat dalam setiap tahapan Pemilu 2024 adalah penyebaran berita bohong alias hoaks,” kata Ketua KPU Pamekasan, Mohammad Halili.
Pernyataan tersebut bukan alasan, sebab berdasar temuan KPU RI hingga 17 Desember 2023, terdapat sekitar 90 berita hoaks tentang pemilu yang tersebar di berbagai media, khususnya pada platform media sosial alias medsos.
Baca Juga: KPU Pamekasan: Pers Berperan Penting Sajikan Informasi Publik
“Di antara konten berita hoaks itu keberpihakan penyelenggara pemilu kepada calon tertentu. Bahkan informasi yang tersebar juga disebutkan pemenang pemilu sudah ditentukan, dan pelaksanaan pemungutan suara hanya formalitas,” ungkapnya.
Pers atau media massa memiliki peran penting dalam memberikan informasi edukatif kepada masyarakat khususnya berkenaan dengan tahapan pelaksanaan Pemilu 2024. “Kami tidak mungkin bisa optimal tanpa kerjasama dari semua pihak khususnya rekan-rekan pers,” jelasnya.
“Dari itu, kerjasama yang baik dan saling mendukung antara penyelenggara pemilu dengan rekan-rekan pers, tentunya kita harapkan dapat membantu suksesnya pelaksanaan pemilu mendatang,” sambung Halili.
Baca Juga: Insan Pers Diajak Hindari Konflik Sosial dalam Sajikan Informasi
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak insan pers untuk bersama dan berkomitmen untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu berintegritas. “Mari kita bangun komunikasi yang baik, dan selalu bersinergi memberantas informasi hoaks,” ajaknya.
“Terlebih kami meyakini jika keterlibatan rekan-rekan media, dapat memberikan kontribusi positif bagi kami. Sebab informasi pemilu tidak bisa didengar publik tanpa publikasi dari rekan-rekan media,” jelasnya.
Dari itu, sangat penting menjalin sinergitas bersama media mainstream dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Mari bersama dan bersinergi memberantas informasi hoaks, sekaligus bersama mewujudkan pemilu berintegritas,” pungkasnya. [pin/ted]






