Malang (beritajatim.com) – Komunitas Overlanding Indonesia tidak hanya gemar menjelajah alam di Indonesia. Mereka juga berusaha menjaga warisan budaya seperti, kesenian bantengan yang belakangan ini marak di wilayah Malang Raya.
Ketua Umum Overlanding Indonesia, Renville Antonio, mengatakan bahwa dia sangat tertarik dengan kesenian bantengan. Bahkan, dia bersama beberapa elemen masyarakat menggelar kesenian bantengan di lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada Minggu (17/12/2023).
“Kegiatan seni di Malang ini merupakan apresiasi budaya overlanding Indonesia terhadap kebudayaan seni bantengan. Kebetulan di overlanding Indonesia tidak hanya menikmati dan menjelajah alam saja. Tapi, kami juga menikmati dan melestarikan budaya nusantara yang ada. Menurut kami ini harus dirawat dan lestarikan sebagai budaya nusantara yang ada di Indonesia,” ujar Renville, Senin (18/12/2023).
Bendahara Umum Partai Demokrat itu ingin Seni Bantengan tersertifikasi. Dia telah menyampaikan hal itu pada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Tujuan sertifikasi adalah melestarikan budaya. Sertifikasi ini nanti berangkat dari usulan kelompok budayawan, akademisi dan lain-lain.
“Kemudian diteruskan dari Kabupaten, Provinsi selanjutnya Nasional. Tahapannya, kami sudah tahu seperti zamannya tari topeng di Malang yang telah disertifikasi. Itu yang kami akan usahakan. Kami harus melestarikannya dengan cara lebih banyak menampilkan bantengan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Malang,” ujar Renville.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mengatakan, seni bantengan yang digelar oleh Overlanding Indonesia menjadi contoh, bagaimana Pemerintah Provinsi mendapat dukungan dari elemen masyarakat untuk membantu melestarikan budaya.
“Saya berterimakasih terhadap Komunitas Ovelanding Indonesia, khususnya kepada Pak Renville sebagai Ketua Umum yang sudah mewadahi acara ini bersama dengan sejumlah elemen masyarakat. Diantaranya Pemerintah Desa, Karangtaruna dan lain-lain. Selain itu, kegiatan ini punya dampak ekonomi kepada masyarakat,” kata Emil.
Emil berharap seni Bantengan semakin terkenal di Indonesia. Emil menyebut, Pemprov Jatim mendukung kesenian bantengan agar selalu dirawat dan dilestarikan. Bahkan ia menginginkan kesenian bantengan ini dikembangkan menjadi promosi wisata Jawa Timur.
“Dukungan itu nantinya melalui lembaga pendidikan dan melalui desa-desa. Kita kan ada sinergi dengan Pemerintah Desa. Bagaimana peran desa dan lembaga pendidikan SMA untuk memberikan ruang kepada pelaku seni, supaya mereka bisa berkembang. Ini potensi bagaimana promosi wisata dan promosi event kita bisa menyertakan agenda akbar untuk kesenian bantengan,” ujar Emil. [luc/suf]






