Ponorogo (beritajatim.com) – Istri calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti melakukan safari politik di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Salah satu daerah yang dikunjungi oleh perempuan kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah itu, ialah Kabupaten Ponorogo.
Di Kabupaten Ponorogo, Siti Atikoh melakukan napak tilas blusukan dari suaminya itu beberapa tahun lalu di bumi reog. Salah satunya dengan mengunjungi sentra kuliner Sate Ponorogo di pertigaan Ngepos. Di tempat tersebut, Atikoh duduk di tempat yang sama, yang dulu diduduki oleh Ganjar Pranowo pada tahun 2020 lalu. DDia pun menikmati tusuk demi tusuk sate ayam khas Ponorogo.
“Ini tadi duduk sama dengan Mas Ganjar dulu,” ungkap Atikoh usai makan sate, Senin (18/12/2023).
Sama dengan suaminya, Atikoh menilai sate ayam khas Ponorogo yang baru Ia makan enak sekali. Menurutnya, bumbunya lengkap, tidak hanya disambalnya, namun irisan daging ayam di sate pun juga dikasih bumbu. Sehingga itulah yang membuat sate ayam khas Ponorogo terasa enak.
“Ini bukan pertama kali, sudah pernah. Dulu tidak ikut saat mas Ganjar ke sini,” katanya.
Atikoh mengaku terkesan dengan Kabupaten Ponorogo. Ia menilai budaya dari Ponorogo sangat luar biasa. Reog Ponorogo sudah sangat mendunia. Jika ada orang membicarakan soal reog, pasti itu Ponorogo.
“Luar biasa sekali, masyarakat nguri-uri budaya. Bicara Reog pasti ya Ponorogo,” pungkasnya.
Berdasarkan arsip dari Beritajatim.com, pada awal Oktober 2020 lalu, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Kabupaten Ponorogo. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Tengah. Ia pun mengunjungi beberapa sentra kuliner di bumi reog. Sebelum ke kampung dawet Jabung di Kecamatan Mlarak, politisi dari PDI Perjuangan ini mampir dulu ke sentra sate ayam Ponorogo yang berada di Ruko Pertigaan Ngepos, jalan Gajah Mada Kelurahan Bangunsari.
“Sate ayam Ponorogo uenak’e poll” ungkap Ganjar saat itu.
Usai berbincang dengan pedagang sate ayam Ponorogo, Ganjar menyebut jika pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) lagi megap-megap (kembang kempis) atas usahanya yang tersendat karena pandemi Covid-19. Maka dari itu, Dia berharap tangan-tangan pemerintah harus hadir untuk membantunya. Bagaimana caranya menggunakan marketing digital, membangun usaha online dan mempermudah periziinan.
“Saya ingin di masa pandemi ini pelaku usaha bisa survive untuk tetap hidup,” katanya. [end/beq]






