Surabaya (beritajatim.com) – Fatalitas kecelakaan di Surabaya menurun hingga 3,3 persen. Data dari Satlantas Polrestabes Surabaya fatalitas kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa pada tahun 2022 menyentuh 15 persen. Per tanggal 13 Desember 2023 angkanya turun menjadi 11,7 persen.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan bahwa sejak tanggal 1 Januari sampai 13 Desember 2023 terjadi laka lantas hingga 1356 kasus. Dari data itu, 159 korban meninggal dunia, 20 luka berat dan sisanya luka ringan.1356 kasus kecelakaan itu membuat kerugian hingga Rp 1,3 Miliar.
“Jumlahnya cenderung menurun. dibandingkan dengan tahun 2022, terjadi penurunan fatalitas rate, dari 15% menjadi 11,7 %,” kata Arif, Sabtu (16/12/2023).
Namun, pada tahun 2023 terjadi lonjakan angka kasus kecelakaan di Surabaya. Pada tahun 2022, terjadi 1208 kasus laka lantas. Selama itu pula, menyebabkan 183 orang meninggal dunia, 17 luka berat, dan 1446 luka ringan serta mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp 1.2 miliar.
“Jumlahnya memang meningkat, tapi fatalitas bisa kita tekan secara signifikan hingga 4 %. Jadi, selisih 24 nyawa dibandingkan tahun 2022 lalu,” ujarnya.
Ia pun menghimbau agar masyarakat selalu taat berlalu lintas dan memenuhi kelengkapan syaray-syarat berkendara. Apalagi, jelang Natal dan Tahun baru 2024, arus lalu lintas di kota Surabaya mengalami kepadatan. [ang/but]






