Malang (beritajatim.com) – Menjadi seorang pengusaha sudah seperti hobi bagi Icha Isana Febriana. Perempuan 35 tahun asal Bandung itu berhasil membangun IAM.ID, sebuah platform yang menjadi wadah bagi para influencer untuk bisa bekerja sama dengan berbagai brand di Indonesia.
“Sejak kuliah saya coba berjualan hijab dan pulsa. Sampai bekerja di salah satu BUMN pun juga masih aktif berjualan, bantu-bantu teman. Hingga akhirnya merasa ada potensi untuk bisa menjadi entrepreneur, akhirnya memberanikan diri untuk resign dari perusahaan,” terang Icha.
“Kebetulan empat tahun kebelakang saya berada dalam tim sales dan marketing untuk luar negeri, jadi dengan teman-teman dan kolega perusahaan di luar negeri, saya selalu menjadi garda terdepan disitu,” ucapnya.
Dari pengalamannya dalam bidang sales dan marketing itulah Icha merasa skill sales dan marketing dirinya bertambah, dan memutuskan untuk lanjut kuliah S2 di ITB, mengambil jurusan Administrasi Bisnis (MBA).
“Tahun 2020 saya lulus (S2), dan fokus mengembangkan IAM.ID. Saat itu momennya pas. Teman-teman brand banyak yang shifting iklan ke media sosial karena pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Untuk terjun dalam dunia entrepreneur, bekal ilmu yang ditempuh selama kuliah saja tidak cukup, mengingat cepatnya pergerakan industri di media sosial. Icha pun banyak melakukan pengayaan diri untuk membantunya berhasil mendirikan startup miliknya.
“Banyak baca mengenai influencer, bertemu dengan teman-teman content creator untuk belajar apa yang sebenarnya mereka butuhkan, apa yang brand butuhkan, sehingga IAM.ID tidak hanya tercipta dari modal nekat,” pungkasnya.
“Lingkungan juga berpengaruh, karena sebagai entrepreneur, melakukan diskusi dengan rekan sebaya itu sangat terbatas. Maka networking dengan sesama teman-teman entrepreneur sangat penting untuk bisa sharing ide,” ungkap Icha.
Sebagai pengusaha yang berhasil di bidang sosial media, Icha berpesan agar mindset anak muda tidak melulu setelah lulus kemudian mencari pekerjaan.
“Jika teman-teman sudah ada ketertarikan sebagai entrepreneur, banyak-banyaklah bergaul dengan komunitas-komunitas yang bisa scale up kemampuan kita. Nongkrong sambil ada kegiatan yang bermanfaat, tidak hanya buang-buang waktu saja,” pungkas Icha. (ted)
===============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






