Blitar (beritajatim.com) – Pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar terlihat tertutup pada Jumat (15/12/23). Pintu masuk pondok ditutup rapat serta dijaga oleh sejumlah pria di bagian dalam.
Saat tim beritajatim.com dan sejumlah wartawan lainnya mendatangi lokasi juga diperkenankan masuk ke dalam Pondok milik Gus Samsudin. Para wartawan pun sempat meminta izin ke sejumlah pria yang berjaga di pendopo depan.
Saat ditanya, para pria tersebut menjawab bahwa setiap hari Jumat, Pondok Nuswantoro libur. Menurut pria tersebut, setiap hari Jumat, Gus Samsudin libur dan tidak bisa diganggu.
“Setiap Jumat libur mas, Gusnya sedang libur,” ucap pria yang berjaga di depan gerbang Pondok Nuswantoro.
Dari pantauan, wartawan juga tidak terlihat ada pengunjung yang masuk ke Pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin tersebut. Selama beberapa jam berada di depan gerbang, tidak ada satupun pengunjung atau pasien yang masuk ke dalam pondok.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar bersama Kesbangpol Kabupaten Blitar juga telah mendatangi lokasi pondok Nuswantoro. Kedatangan petugas Dinkes dan Kesbangpol Kabupaten Blitar ini untuk bertemu langsung dengan Gus Samsudin.
Dinkes Kabupaten Blitar ingin mengetahui bagaimana sejatinya peristiwa meninggalnya seorang perempuan asal Surabaya di dalam kamar mandi pondok. Pasalnya kabar yang beredar Suwarti datang ke pondok Gus Samsudin untuk berobat alternatif.
“Kemarin sudah mendatangi lokasi pondok Nuswantoro, hasil bentar saya tanyakan,” kata Christine Indrawati.
Sebelumnya Suwarti, warga Kecamatan Krembangan Kota Surabaya ditemukan meninggal dunia di Pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin. Perempuan berusia 59 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Pondok Nuswantoro kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Suwarti sebelumnya berpamitan dengan keluarganya hendak berobat ke Pondok Gus Samsudin di Blitar pada Sabtu (09/12/23) lalu. Setelah beberapa hari, ternyata Suwarti tidak kembali ke Surabaya.
Pihak keluarga yang khawatir akhirnya mencari keberadan Suwarti ke Pondok Nuswantoro. Setelah melakukan pemeriksaan buku tamu, diketahui bahwa Suwarti memang berobat di Pondok tersebut.
“Benar memang ada temuan jenazah di kamar mandi pondok (Gus Samsudin) pada Senin lalu, korban merupakan warga Surabaya yang berobat atau terapi,” kata Iptu Dwi Purwanto, Kapolsek Lodoyo Barat, Kamis (14/11/23).
Mengetahui Suwarti ada di dalam pondok, pihak keluarga kemudian menghubungi Polsek Lodoyo Barat untuk ikut mencari keberadaan perempuan berusia 59 tahun tersebut. Pemeriksaan CCTV pun langsung dilakukan oleh petugas kepolisian.
Suwarti pun sempat tertangkap kamera CCTV yang terpasang di depan kamar mandi Pondok Nuswantoro. Dari CCTV itu terlihat bahwa Suwarti masuk ke dalam kamar mandi sendiri dan tak kunjung keluar.
“Berdasarkan rekaman CCTV yang telah dilihat tersebut melaksanakan pengecekan di kamar mandi umum pondok Nuswantoro dan didapati pintu kamar mandi tertutup dan terkunci dari dalam, selanjutnya di intip dari ventilasi pintu kamar mandi didapati ada jenazah yang tergeletak di kamar mandi, mengetahui kejadian tersebut dilakukan pembukaan pintu kamar mandi secara paksa dan setelah terbuka didapati korban telah meninggal dunia di dalam kamar mandi,” jelasnya.
Tim inafis dan Polsek Lodoyo Barat yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jenazah korban. Olah TKP pun juga langsung dilakukan oleh aparat kepolisian. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Polisi juga tidak menemukan benda-benda tajam di sekitar lokasi kejadian. (owi/ted)






