Batu (beritajatim.com) – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pasar Induk Among Tani Kota Batu pada hari Kamis (14/12). Pasar yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika ini merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Indonesia dengan luas 3,4 hektar dan mampu menampung 2.700 kios dan los.
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa Pasar Induk Among Tani merupakan pasar terbesar yang pernah ia lihat di Indonesia. Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kota Batu dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) yang telah bersinergi untuk mewujudkan pasar modern ini.
“Pasar ini sangat megah dan semua kios serta losnya ditata sangat bagus. Pasarnya bersih dan tempat parkir luas sehingga kita harapkan usaha pedagang laris dan hidupnya semakin sejahtera,” kata Jokowi.
Sementara itu, Direktur Utama bankjatim Busrul Iman mengatakan bahwa bankjatim berkomitmen untuk selalu bersinergi dengan Pemerintah Kota Batu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk sinergitasnya yaitu dengan memberikan dukungan terhadap Pasar Induk among Tani Kota Batu.
“bankjatim ada di dalam pasar ini untuk bersinergi dengan Pemkot Batu dan khususnya masyarakat Batu guna bersama-sama membangun peningkatan perekonomian. Bentuk dukungannya pun beragam. Mulai dari digitalisasi pasar sampai sarana prasarana,” ungkapnya.
Dalam pengembangan ekosistem digitalisasi Pasar Induk Among Tani, transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli semuanya menggunakan QRIS bankjatim. QRIS bisa diakses melalui mobile banking bankjatim JConnect ataupun mobile banking lainnya. Selanjutnya, pembayaran pajak dan retribusi daerah juga bisa langsung dilakukan dengan virtual account bankjatim.
Selain itu, di dalam pasar tersebut juga ada mesin ATM bankjatim yang beroperasi 24 jam sehingga masyarakat dapat bertransaksi kapan saja. Untuk lebih memaksimalkan pelayanan, bankjatim membuka Kantor Fungsional di dalam pasar tersebut.
“Jadi, masyarakat yang berbelanja di sini bisa bertransaksi lebih nyaman dan efisien,” lanjut Busrul.
Busrul mengatakan bahwa digitalisasi pasar sangatlah penting karena bisa menawarkan pengalaman baru bagi konsumen yang berbelanja, seperti menjadi lebih praktis dan nyaman. “Lalu semua transaksi online yang dilakukan oleh penjual ada historinya, sehingga ada pengarsipan dokumen-dokumen jual beli yang telah dilakukan,” kata Busrul.
Selain menyiapkan transaksi digital, bankjatim juga menyediakan sarana prasarana penunjang Pasar Induk Among Tani Batu meliputi pemasangan stiker pada escalator, meja dan kursi foodcourt, papan nomor kios dan los beserta nama kios, papan penomoran zona bangunan fasade luar dan dalam gedung, papan petunjuk arah, lampu tematik, sampai aksesoris kantor payment point.
Di dalam Pasar Induk Among Tani tersebut juga terdapat destinasi wisata kuliner dengan tidak meninggalkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat. “Tentu ini bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pasar. Maka dari itu, dengan melihat segala macam potensi yang ada, kami bekerja sama dengan Pemkot Batu untuk melakukan branding di pasar demi meningkatkan exposure corporate image dan product image bankjatim,” paparnya.
Busrul berharap Pasar Induk Among Tani Kota Batu bisa menjadi ikon Jawa Timur dan membawa manfaat bagi para pedagang. Selain itu, kebutuhan masyarakat bisa terakomodir dengan baik karena kualitas barang di pasar ini terjamin.
“Dengan adanya Pasar Among Tani ini maka kesan kumuh, panas, bau, dan becek yang biasanya tersematkan bagi pasar tradisional sudah tidak ada lagi. Dari yang sebelumnya kumuh, kini menjelma jadi pasar modern yang bersih full cashless namun tetap mengedepankan konsep pasar rakyat berupa tawar menawar harga antara pedagang dan pembeli,” tegas Busrul.[rea]






