Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar saat ini tengah fokus menyelesaikan 10 proyek strategis tahun 2023. Pemkot Blitar pun meminta kepada pihak kontraktor agar mengebut proses pengerjaan 10 proyek tersebut.
Hal itu dilakukan agar kesepuluh proyek strategis itu bisa selesai sesuai dengan target yakni akhir tahun 2023 ini. Adapun 10 proyek strategis tersebut adalah pembangunan SMPN 6 Kota Blitar, Pasar Dimoro, Pasar Templek Tahap ke II, Puskesmas Sukorejo, Mall Pelayanan Publik (MPP) dan lainnya.
Wali Kota Blitar, Santoso dikonfirmasi Kamis, (14/12/223) mengatakan 10 proyek strategis yang dibangun Pemerintah Daerah tahun ini menjadi upaya untuk meningkatkan pelayanan publik dan menggeliatkan perekonomian daerah. “Kesemua proyek ini merupakan upaya untuk meningkatakan pelayanan publik dan menggeliatkan perekonomian daerah,” kata Santoso, Wali Kota Blitar.
Santoso pun mencontohkan pembangunan SMPN 6 Kota Blitar. Proyek yang dibanguan dengan alokasi anggaran sekitar Rp. 17,6 miliar itu dimaksudkan untuk pemerataan fasilitas pendidikan bagi masyarakat. Lokasi gedung SMPN 6 Kota Blitar yang baru pun dirasa juga lebih representatif karena berada di wilayah timur kota. Dimana lokasi tersebut terbilang masih mining SMP. “Jadi siswa yang dari timur tidak perlu lagi ke tengah kota, bisa sekolah di SMP 6 kan,” imbuhnya.
Selain itu di bidang kesehatan, Pemkot Blitar juga merenovasi Puskesmas Sukorejo dengan alokasi sekitar Rp. 7 miliar. Dalam renovasi itu, Pemerintah menambah pelayanan IGD 24 hingga pelayanan persalinan, sehingga pelayanan kesehatan di wilayah setempat bisa terlaksana lebih optimal.
Santoso menargetkan seluruh proyek strategis Kota Blitar tahun ini bisa selesai. Untuk pihaknya memerintahkan agar OPD terkait terus mengawal dan mengontrol proses pembangunan, supaya berjalan sesuai rencana. “Tahun ini banyak sekali proyek strategis yang harus selesai di akhir tahun 2023. Pemerintah Kota Blitar saat ini mulai mengkebut itu” tutup Santoso.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Wali Kota Blitar bersama jajaran juga melakukan monitoring dan evaluasi proyek strategis dengan terjun langsung di lapangan. (owi/kun)






