Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, mengajak pihak perusahaan negeri maupun swasta, agar ikut serta dan berpartisipasi sukseskan program Peduli Lansia.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan berjalannya program yang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, sudah berjalan dalam tiga tahun terakhir. Dinilai cukup bermanfaat khususnya bagi para lansia.
Terlebih hingga saat ini, progam tersebut sudah menyasar sebanyak 412 lansia yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Jumlah tersebut merupakan hasil dari berbagai rangkaian verifikasi dan validasi panjang, sehingga program tersebut berjalan tepat sasaran.
“Program perlindungan lansia dengan cara memberikan makan dua kali setiap hari terus kita lakukan, dan saat ini menyasar sebanyak 412 orang lansia,” kata Kepala Dinsos Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga: Cara Dinsos Pamekasan Lindungi Lansia
Jumlah tersebut merupakan lansia yang sudah memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. “Para lansia ini tersebar di 13 kecamatan dengan kriteria berumur 60 tahun ke atas, kurang mampu dan tinggal sendiri atau bersama lansia lainnya, serta penduduk asli Pamekasan,” ungkapnya.
“Dari itu kami sangat berharap keterlibatan semua pihak perusahaan, mulai dari BUMD, BUMN maupun swasta untuk merealisasikan CSR (Corporate Sosial Responsibility) untuk program ini,” harap pria yang akrab disapa Pak Herman.
Tidak hanya itu, elemen perusahaan tersebut juga diharapkan dapat bersama-sama dan berpartisipasi secara langsung dalam program sosial kemanusiaan tersebut. “Termasuk juga berpartisipasi agar program ini tepat sasaran dan bermanfaat,” pungkasnya.
Baca Juga: Bawaslu Pamekasan Libatkan 8 Lembaga Lakukan Pengawasan Pemilu 2024
Untuk diketahui, progam dengan tagline ‘Rantang Kasih’ tersebut, secara resmi diperkenalkan oleh Bupati Badrut Tamam di Mandhepa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Selasa (15/6/2021) silam.
Bahkan progam tersebut tetap berjalan hingga saat ini, seiring dengan banyaknya angka lansia yang sebagian di antaranya ada yang kurang mendapat perhatian akibat keterbatasan hidup.
Data lansia penerima manfaat dari program tersebut harus sesuai dengan regulasi, yakni lansia yang hidup sebatang kara, hidup bersama disabilitas tidak produktif, serta lansia yang hidup bersama anak tidak produktif untuk mendapat makanan tambahan yang sehat. [pin/ted]






