Jakarta (beritajatim.com) – Litbang Kompas merilis hasil survei yang menunjukkan pasangan nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dengan memperoleh 39,3 persen. Sementara Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memperoleh 16,7 persen sedangkan elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD posisi buntut dengan perolehan 15,3 persen.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, PDIP baru mengumpulkan pengurus DPD di 18 provinsi untuk melakukan konsolidasi terkait pemenangan Ganjar-Mahfud. Para pengurus diinstruksikan bekerja lebih ekstra di wilayah-wilayah kantong PDIP.
Dalam survei Litbang Kompas, pasangan Ganjar-Mahfud memang dinyatakan menang di Jateng dari pasangan lainnya, yakni AMIN dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, di provinsi lain Ganjar-Mahfud kalah dari dua pasangan tersebut.
BACA JUGA: Sosialisasikan Ganjar-Mahfud, Ratusan Warga Waru Sidoarjo Senam Bersama
“Jadi kemarin dua hari yang lalu mengumpulkan seluruh DPD PDI Perjuangan, 18 provinsi yang kami menang di 18 provinsi tahun 2019 ini modal yang sangat kuat, nah di Jawa Tengah dilaporkan oleh mas Bambang Pacul,” ujarnya, Senin (11/12/2023).
Dalam temuan survei Litbang Kompas terdapat 28,7 persen pemilih yang bimbang menentukan pilihan. Hasto menyatakan pihaknya telah menyusun strategi untuk menggaet suara pemilih yang belum menentukan pilihan capres dan cawapres tersebut.
BACA JUGA: Ganjar-Mahfud Target Menang 1 Putaran di Pilpres 2024
“Kalau kita lihat dari survei hari ini, itu ternyata yang undecided itu kan masih sangat tinggi, sehingga fokus pada pemilih perempuan, pemilih muda, pergerakan door to door di kampung-kampung, itu akan menjadi kunci kemenangan dan itulah yang dilakukan oleh Pak Ganjar-Mahfud dengan blusukan, tidur di rumah rakyat,” katanya. [hen/beq]






