Gresik (beritajatim.com) – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gresik masih tetap eksis di tengah gempuran era digital. Pengelola mengklaim pengunjungnya naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan Dinas Perpusda Kabupaten Gresik, hingga November 2023 ada 10.624 kunjungan. Sedangkan tahun 2022 hanya 4.624 kunjungan.
“Di era digitalisasi kami melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan literasi di Kota Gresik. Salah satunya dengan menggandeng berbagai elemen,” ujar Kepala Dinas Perpusda, Budi Raharjo, Kamis (7/12/2023).
Ia menambahkan, untuk meningkatkan pengunjung, pihaknya mengkedepankan program peningkatan listerasi di Kabupaten Gresik meliputi wisata pustaka anak sekolah, kelas literasi serta perpustakaan read aloud (baperlo), literasi bersama mobil pintar (lisa pintar), dan kunjungan anak sekolah studi arsip pemula (kuas starla).
BACA JUGA: Kasus Kematian Ibu dan Anak Fokus Penanganan Dinkes Gresik
“Kami juga berencana melakukan digitalisasi arsip kuno Gresik. Hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi. Karena dengan digital, masyarakat akan lebih tertarik untuk membaca,” imbuhnya.
Budi menyebut, pihaknya akan terus berinovasi agar perpusda nyaman bagi masyarakat Gresik. Sehingga, bisa betah membaca. “Silahkan datang kesini dan merasakan kenyamanannya sambil menambah wawasan,” paparnya.
Sementara itu, Fira (19) salah satu pengunjung Perpusda mengatakan, sekarang perpustakaan berbeda dengan yang dulu. Ruang bacanya nyaman sehingga dirinya betah berlama-lama sambil membaca buku. “Suasananya nyaman sekali, beda dengan perpustakaan yang lama. Di Perpusda Gresik bisa menambah ilmu,” pungkasnya. [dny/suf]






