Malang (beritajatim.com) – Aurelia Fiona Widodo sebelumnya tidak menyangka bakal meraih juara 2 di ajang puteri Indonesia Jawa Timur (Jatim) 2023. Terhitung belum setahun ia terjun di dunia modelling, tetapi sudah mampu berprestasi tingkat Jatim.
“Saya bukan dari dunia modelling, sehingga terjun ke dunia puteri bisa dibilang sebagai anak baru. Sebelumnya saya sempat bergabung di duta Wisata Kakang Mbakyu, dari sana saya menyerap banyak ilmu yang bisa mendukung saya,” ungkap mahasiswa UM angkatan 2021 ini melalui WhatsApp beberapa waktu lalu.
Dari ajang duta wisata Aurel, sapaannya, belajar untuk persiapan Puteri Indonesia. Mulai dari cara duduk, public speaking, cara menghadapi orang dengan berbagai karakter, dan lain-lainnya.
“Diluar itu saya juga mengamati apa kriteria yg dicari di Puteri Indonesia, tentunya dengan bantuan juga dukungan dari keluarga maupun teman-teman” ungkap perempuan yang hobi menyanyi dan baking tersebut.
Menurut Aurel, keikutsertaannya dalam ajang Puteri Indonesia Jawa Timur 2023 ini sangat berkesan. Ia senang dan bersyukur karena di luar dugaan bisa meraih gelar runner up dengan latar belakang yang bukan dari dunia modelling.

“Saya senang sekali punya teman baru yg seru dan saling mendukung satu sama lain walaupun sedang berkompetisi. Meskipun, saat persiapan kesulitan terbesar saya adalah membagi waktu dan pada saat hari h adalah tantangan catwalk karena sebelumnya tidak pernah jalan di panggung mengenakan dress berekor,” katanya.
Ke depan ia ingin terus mematangkan diri agar menjadi putri yang lebih baik dan dapat bertugas secara maksimal. Mahasiswa UM prodi Bioteknologi Departemen Sains Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini berpesan agar jangan takut mencoba dan terus kembangkan potensi diri.
“Kita tidak harus sama dengan teman-teman. Tidak masalah jika prestasi kita berbeda dengan yang lain asal dalam hal positif karena tiap manusia punya potensinya masing-masing,” ungkapnya menutup.
BACA JUGA:
Bocah Ini Hebohkan Dunia Modelling dan Fotografi
Keberhasilan Aurelia mencapai juara kedua tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kehormatan bagi UM. Aurelia membuktikan bahwa melalui pencapaian ini kecerdasan dan keindahan dapat bersinergi, menciptakan teladan bagi generasi muda yang berkeinginan meraih prestasi baik di bidang akademik maupun kecantikan. [dan/but]






