Setelah mengalami empat kekalahan beruntun, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil meraih satu angka di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Yogyakarta, Jumat (1/12/2023). Anak asuhan Uston Nawawi itu berhasil menahan imbang Rans Nusantara FC 0-0 di pekan ke-21 Liga 1 Musim 2023-2024.
Apakah ini asa baru sebuah kebangkitan ataukah hanya harapan semu? Susah memastikannya.
Dari aspek hasil, ini jelas hasil positif. Setidaknya Persebaya masih bisa mendapatkan angka dalam pertandingan tandang. Tentu saja ini diharapkan bisa memperbaiki mental pemain yang ambrol. Hasil ini juga menjauhkan Persebaya dari zona degradasi yang terpaut lima angka.
Namun dari aspek permainan, Persebaya masih belum sepenuhnya sembuh. Ini kali kesekian Bajul Ijo gagal mengalahkan Rans. Dari empat kali pertemuan terakhir, Persebaya tak pernah. Selain tiga kali bermain imbang, mereka kalah sekali dari klub yang dimiliki artis Raffi Ahmad itu. Rans benar-benar menjadi batu kripton bagi Persebaya.
Permainan Persebaya juga mengecewakan. Bermain dominan, penyelesaian akhir para pemain Persebaya di luar harapan. Serangan Persebaya yang terlalu bergantung pada Bruno Moreira membuat mudah dibaca. Saat memasuki daerah pertahanan Rans, bola lebih banyak ditembakkan ke langit daripada tepat sasaran.
Paulo Henrique, penyerang baru Persebaya, tak banyak mendapat peluang katena minimnya suplai bola. Pemain Persebaya seperti masih mencoba memahami bagaimana bola-bola kesukaan striker berkepala pelontos itu.
Uston masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang tak mudah. Ia tak memiliki asisten pelatih,. dan saat ia absen melatih karena harus mengikuti lanjutan kursus lisensi AFC Pro, latihan dipimpin asisten pelatih fisik Muhammad Alimudin. Diperkirakan, ia akan absen hingga 13 Desember 2023. Sementara selama masa absen itu, Persebaya harus menjamu Persija Jakarta pada 9 Desember 2023 dan Persis Solo pada 13 Desember 2023.
Satu-satunya harapan adalah PSSI mengizinkan Uston meninggalkan kursus untuk memimpin Persebaya dalam dua pertandingan berstatus kandang tersebut. Masalahnya, kendati mendapat izin, apakah cara seperti ini akan optimal?
Lawan Persebaya bukan tim kecil. Persija saat ini berada di peringkat 9 klasemen sementara dengan 28 angka dan Persis berada di peringkat 12 dengan 24 angka. Kedua tim itu tentu akan mati-matian merebut poin dari Persebaya untuk mengejar posisi Empat Besar pada akhir musim. Maka persiapan untuk menghadapi keduanya harus benar-benar matang dan pendampingan taktis yang intensif.
Boleh jadi Persebaya adalah satu-satunya tim profesional di Liga 1 yang tidak memiliki asisten pelatih. Jika kemudian mereka berhasil menang dalam dua pertandingan kandang itu, maka klub ini akan menciptakan rekor tersendiri. Namun jika hasil buruk yang dituai, maka profesionalisme klub ini akan dipertanyakan oleh Bonek. Akan dibawa ke manakah Persebaya? Jangan sampai satu angka yang diraih di Sleman hanya pertanda kebangkitan semu. [wir]






