Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya masih menanti keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait venue pertandingan melawan PSM Makassar pada 7 Maret 2025. Hingga kini, belum ada kepastian apakah laga akan digelar di Sulawesi Selatan atau Bali.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, menilai operator liga terlalu lambat dalam mengambil keputusan, meski manajemen tim sudah mengirimkan surat resmi. “Ya, kami sudah mengirimkan surat (ke PT LIB), tapi belum ada balasan. Apa yang bisa kami lakukan? Kami ingin tahu, tapi hingga kini belum ada jawaban,” ujar Munster, Rabu (5/3/2025).
Menurut pelatih asal Irlandia Utara itu, penentuan venue yang tidak jelas menjelang laga memberikan beban tambahan bagi tim. “Ini gila, besok sudah Kamis, lalu Jumat pertandingan melawan PSM Makassar. Jadi, ya, begitulah kondisinya,” imbuhnya.
Munster mengakui ketidakpastian ini mempengaruhi mental pemain. Namun, ia menyadari realitas sepak bola Indonesia dan menyiapkan beberapa skenario. “Kami tidak tahu di mana kami bermain, jadi saya tidak bisa bicara soal mental pemain. Tapi di Indonesia, kamu harus punya rencana A dan B,” katanya di Stadion Gelora 10 November.
Meski begitu, Munster tetap menjalankan persiapan tim sesuai jadwal, sambil menunggu kepastian dari PT LIB. “Kami tetap profesional dan berlatih sesuai jadwal, meskipun nanti ada perubahan venue. Saat ini, kami masih menunggu jawaban, padahal pertandingan tinggal 3-4 hari lagi,” jelasnya.
Ia juga berharap pertandingan digelar pada malam hari. “Saya berharap laga berlangsung malam, jika tidak, itu tidak baik. Tapi kami tetap fokus pada pekerjaan kami,” tutup Munster. [kun]






