Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk menekan stunting, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membagikan 1 ton ikan segar ke 10 desa. Desa yang menjadi sasaran penyaluran ikan tersebut adalah yang memiliki kasus stunting cukup tinggi, yaitu Desa Plalangan, Sooko, Jrakah, Baosan Kidul, Senepo, Gondowido, Banjarejo, Binade, Tempuran, dan Ngrandu.
“Kita treatment khusus, kita bagikan ikan segar 1 ton untuk 10 desa yang angka stunting tinggi,” kata Sugiri Sancoko usai menyerahkan ikan segar ke Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Senin (4/12/2023).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun ini menargetkan stunting di angka 7. Pada 2022 lalu, angka stunting di Bumi Reog sebesar 14. Upaya pemberian ikan segar ini, sebagai bentuk untuk menekan angka stunting ini.
“Ya mudah-mudahan tercapailah targetnya, kalaupun tidak bisa pokoknya di bawah 2 digitlah,” katanya.
BACA JUGA:
Tiga Lampu Peringatan Banjir di Ponorogo Tak Berfungsi
Sugiri ingin setiap warga yang hamil di Ponorogo harus diketahui petugas by name by address. Dengan begitu, lebih memudahkan melakukan treatment.
“Saya kepingin ibu-ibu cara mengelola bayinya supaya tidak stunting. Yakni memberikan gizi yang teratur,” katanya.
BACA JUGA:
Sentra Terpadu Kartini Temanggung Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis di Ponorogo
Terkait kebutuhan gizi itu, Sugiri menambahkan, ikan segar menjadi solusinya. Ia mengklaim ikan adalah paket komplit. Ikan bagus untuk kecerdasan otak, juga untuk pertumbuhan fisik anak.
“Generasi penerus kita ini harus berkualitas, otaknya pintar, fisiknya bagus dan akhlaknya baik. Harus disiapkan sejak ada dikandung. Ibu hamil harus makan makanan bergizi,” pungkasnya. [end/beq]






