Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid membantah adanya isu yang berkembang, yakni pengalihan program bansos seperti KIS, KIP, KIP Kuliah, BPJS dan PKH ke Program Makan Siang dan Susu Gratis. Ini jika pasangan nomor urut 2 tersebut terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
“Ada tafsir dan analisis yang berkembang dari statemen TKN, bahwa program-program KIS, KIP, BPJS, dan PKH akan dialihkan ke makan siang gratis. Itu tidak benar. Semua program yang memberi manfaat bagi masyarakat tersebut akan tetap dilanjutkan. Bahkan, sekarang ditambahkan dengan program makan siang dan susu gratis, serta gizi untuk ibu hamil dan anak,” kata Nusron.
Nusron menjelaskan, Program Siang Makan Gratis dan Gizi untuk Ibu Hamil dan Anak sendiri memiliki tiga komponen fungsi, yang mencakup fungsi pendidikan, perlindungan sosial, dan kesehatan.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jatim Senin 4 Desember 2023, Hujan Petir
“Dengan adanya tiga komponen tersebut, salah satu opsi penganggaran adalah dengan melalui anggaran tiga fungsi tersebut. Bisa dengan menambahkan menambahkan anggaran melalui komponen tersebut, jadi bukan pengalihan,” urai Nusron.
Nusron juga menjelaskan, opsi penambahan anggaran tersebut nantinya akan disalurkan lewat fungsi masing-masing komponen. “Misalnya karena kegiatannya bantuan sosial sebagai penerima PKH, maka angggaran PKH akan ditambahkan. Karena terkait dengan dengan ibu hamil, maka anggaran kesehatan akan ditambahkan,” dia mencontohkan.
Terkait dengan sumber pembiayaan untuk melakukan penambahan anggaran tersebut, Nusron menjelaskan bahwa hal tersebut akan dilakukan bertahap. “Jadi, tidak serta merta Prabowo-Gibran menang di 2024, maka tahun 2025 akan dianggarkan Rp 400 triliun. Ini akan dilaksanakan secara bertahap lewat skala prioritas. Perkiraan kita baru 2029 kita bisa mencapai target, yaitu 82 juta lebih masyarakat akan mendapatkan manfaat,” terangnya.
TKN Prabowo-Gibran juga menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan program-program yang sudah berhasil di pemerintahan sebelumnya. “Hari ini, Prabowo-Gibran adalah satu-satunya yang mengusung keberlanjutan pembangunan. Jadi, tidak mungkin adanya penghapusan terhadap program-program yang sudah memberikan manfaat pada masyarakat. Saya rasa ini penting untuk digarisbawahi,” pungkas Nusron. (Tok/Aje)






