Surabaya (beritajatim.com) – Penurunan angka stunting di Kota Surabaya terus dimasifkan, salah satunya lewat program Pojok Stunting yang digelar oleh Karang Taruna Karya Arta RW 04 Ketintang, Surabaya.
Pojok Stunting ini menghadirkan 30 anak kategori garis kuning dan dari keluarga kurang mampu di Kelurahan Ketintang. Mereka diberikan layanan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, penyuluhan, dan pemberian paket makanan sehat
Target kita di tahun 2023 zero stunting. Di wilayah kita walaupun sedikit tapi masih ada, tinggal satu orang balita pra stunting. Akhir tahun ini harus zero stunting,” ujar Lurah Ketintang Hanang Prasetyo Adi, Minggu (3/12/2023).
BACA JUGA:100 Pemuda Ikuti Program Pelatihan Kepemimpinan Kemenpora
Ia berharap, program ini akan menjadi solusi dalam pencegahan dan pengurangan kasus stunting di Kota Pahlawan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi role model bagi seluruh kader karang taruna.
“Kegiatan ini bisa dicontoh oleh para generasi muda lainnya, para kader karang taruna di mana saja untuk membuat kegiatan yang berdampak langsung dan bermanfaat bagi sekitar,” harapnya.

Sementara itu, Yani, warga Ketintang Baru memberikan apresiasinya atas diselenggarakannya Pojok Stunting tersebut. Ia berharap, program serupa dapat digelar kembali ke depannya.
“Program semacam ini bagus sekali, semoga ke depan bisa diulang lagi. Dengan kegiatan ini anak lebih sehat, mengerti kesehatan, para orang tua bisa mengerti tentang makanan sehat untuk balita,” tuturnya.
Senada, Ita Anisa juga menyebut jika program Pojok Stunting memberikan banyak wawasan seputar stunting. “Kita jadi tahu tentang gizi, tau stunting itu apa, gizinya dari mana saja. Pengetahuan jadi bertambah,” ungkapnya.
Dalam program Pojok Stunting ini, Karang Taruna Karya Arta RW 04 Ketintang menggandeng Rotaract Club of Surabaya Selatan, Rotaract Club of Surabaya Darmo, dan TP PKK Kelurahan Ketintang.
BACA JUGA:11 Warung Karaoke di Gempol 9 Pasuruan Masing-masing Punya 3 LC
Untuk diketahui, UNICEF menyebut bahwa 1 dari 3 balita di Indonesia menderita stunting. Meski saat ini trend-nya menurun tapi data stunting di Indonesia masih berada di angka 21,6 persen, dan pada tahun 2024 ditargetkan turun menjadi menjadi 14 persen. (Ipl/Aje)






