Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan besaran Upah Minimun Kabupaten (UMK) tahun 2024 di seluruh wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur, pada 30 November 2023.
Penetapan itu sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/656/KPTS/013/2023 tentang Upah Minimun Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2024. Keputusan Gubernur tentang UMK tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2024.
Dari sebanyak 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, UMK tahun 2024 paling tinggi di Kota Surabaya sebesar Rp 4.725.479. Sedangkan untuk UMK terendah adalah Kabupaten Situbondo dengan nilai Rp 2.172.287.
Baca Juga: Gudang Garam dan Sampoerna Incar Blitar Jadi Tempat Ekspansi Bisnis
Sementara untuk kabupaten/kota lain di Jawa Timur seperti Kota Gresik sebesar Rp 4.642.031, Kabupaten Sidoarjo Rp 4.638.582, Kabupaten Pasuruan Rp 4.635.133, Kabupaten Mojokerto Rp 4.624.787, Kabupaten Malang Rp 3.368.275, Kota Malang Rp 3.309.144.
Sementara Kota Pasuruan Rp 3.138.838, Kota Batu Rp 3.155.367, Kabupaten Jombang Rp 2.945.544, Kabupaten Probolinggo Rp 2.806.955, Kabupaten Tuban Rp 2.864.225, Kota Mojokerto Rp 2.832.710, Kabupaten Lamongan Rp 2.828.323.
Untuk Kota Probolinggo Rp 2.701.086, Kabupaten Jember Rp 2.665.392, Kabupaten Banyuwangi Rp 2.638.628, Kota Kediri Rp 2.415.362, Kota Blitar Rp 2.330.000, Kabupaten Bojonegoro Rp 2.371.016, Kabupaten Tulungagung Rp 2.320.000.
Baca Juga: Berdandan Pocong, Keluarga Bayi Meninggal Tuntut Kepala Puskesmas Dicopot
Selanjutnya, UMK Kabupaten Lumajang 2024 sebesar Rp 2.281.469, Kota Madiun Rp 2.274.277, Kabupaten Kediri Rp 2.340.668, dan
Kabupaten Nganjuk Rp 2.258.455. [lus/ian]






