Mojokerto (beritajatim.com) – Situs Bhre Kahuripan terletak di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang dikenal dengan nama Situs Yoni klinterejo. Dalam Kitab Pararaton disebutkan Bhre Kahuripan merupakan lokasi pendharmaan dari Tribhuwana Tungga Dewi, Raja ketiga Majapahit.
Mengutip dari website resmi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, ukuran yoni cukup besar dengan panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm. Salah satu sisinya terdapat cerat yang disangga oleh pahatan bermotif naga dan badan yoni dihiasi dengan pahatan yang sangat raya.
Seperti pada bagian pelipit, berhias pola geometris, sulur dan daun-daun lotus. Salah satu sisi yoni terdapat bingkai kecil berisi pahatan angka Jawa kuno 1294Ç (1372 M), tahun ini cocok dengan tahun wafatnya ibunda Raja Hayam Wuruk, Tribhuwanatunggadewi atau Bhre Kahuripan. Seperti dalam Kitab Pararaton.
Dalam kitab ini juga disebutkan lokasi pendharmaan dari Tribhuwanatunggadewi (Bhre Kahuripan) yaitu di Panggih. Pada masa sekarang ini, daerah dengan nama Penggih merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah barat Desa Klinterejo di Kecamatan Trowulan.
Diperkirakan pada masa lampau lokasi Situs Bhre Kahuripan juga masuk ke dalam wilayah administratif Panggih. Situs Bhre Kahuripan memiliki luas area 728,615 meter2, dengan beberapa objek yang terdapat didalamnya. Antara lain sebuah yoni yang terletak di atas sebuah struktur.
Struktur yang diperkirakan sebuah bangunan (candi?). Struktur ini tersusun dari batu andesit dengan sistem tumpuk, pada tahun 2020 kegiatan ekskavasi berkelanjutan mulai dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran utuh bentuk dari struktur beserta pola ruangnya.
Baca Juga:
Balong Dowo dan Balong Bunder di Trowulan Mojokerto Simbol Toleransi Beragama Jaman Majapahit
Objek lainnya berupa sandaran arca (stela) yang berukuran cukup besar, sandaran arca ini berbentuk persegi panjang dengan puncak berbentuk oval, sisi depan sandaran ini diperkirakan menempel pada arca yang kini sudah tidak ada lagi.
Sementara di bagian belakang sandaran terdapat sebuah simbol yang diperkirakan sebagai relief pohon, sandaran arca ini berada di dalam sebuah ruangan. Selain tiga objek tersebut terdapat beberapa objek lain diantaranya blok batu, dan umpak yang jumlahnya cukup banyak kurang lebih ada 17 umpak.
Hingga saat ini, upaya pelestarian yang dilakukan terhadap situs Bhre Kahuripan adalah dengan melakukan pencatatan melalui kegiatan inventarisasi, kegiatan-kegiatan ekskavasi serta zonasi, kegiatan konservasi secara berkala dan menempatkan juru pelihara. [tin/ted]






