Banyuwangi (beritajatim.com) – Awal Desember menjadi perkiraan musim hujan di Banyuwangi. Kondisi itu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah lantaran ada beberapa kawasan yang menjadi titik banjir.
Sehingga, Banyuwangi mulai menjalankan skema untuk mengantisipasi banjir yang menjadi dampak terparah dari musim hujan.
Sekretaris Daerah Banyuwangi Mujiono menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk antisipasi. Salah satunya pengangkatan sedimen di saluran air di berbagai wilayah, utamanya perkotaan.
“Pemkab juga telah menyiapkan cross cutting di berbagai titik. Cross cutting ini menjadi titik tempat dibedahnya saluran jika terjadi banjir akibat sumbatan,” kata Mujiono.
Baca Juga: Pemkot Kediri Gelar BIAS Agar Anak dapat Imunisasi Optimal
Antisipasi lainnya, kata Mujiono, adalah penyiagaan penjaga pintu air. Mereka bertugas mengawasi pintu air selama 24 jam, saat Banyuwangi memasuki masa hujan mendatang.
“Bukan hanya di pintu air, tapi juga di dam dan bendungan juga,” terangnya.
Pemkab Banyuwangi, lanjut Mujiono, telah menyiapkan beberapa alat berat di lokasi krusial. Alat itu ditempatkan di jembatan-jembatan yang rawan menjadi titik sumbatan sampah sungai.
“Dengan standby-nya alat berat di sana, operator bisa cepat bertindak saat terjadi sumbatan. Risiko air sungai masuk ke pemukiman bisa diminimalisir,” katanya.
Baca Juga: Tim 7 Jokowi Centre Dirikan Posko Pemenangan Prabowo-Gibran di Blitar
Salah satu jembatan yang akan menjadi tempat alat berat siaga adalah jembatan di wilayah Alasmalang. Wilayah itu, kata Mujiono, merupakan salah satu tempat rawan banjir akibat terbawanya material dari hulu sungai.
“Akan kami siagakan eskavator atau backhoe di lokasi-lokasi seperti itu,” pungkasnya. (rin/ian)






