Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan Buruh Jatim demo menuntut kenaikan upah hingga 15% atau jika dinominalkan sebesar Rp 600 ribu, Kamis (30/11/2023). Pantauan beritajatim, ribuan buruh berkumpul di Bundaran Waru hingga menyebabkan kemacetan karena akses frontage Ahmad Yani ditutup. Para pengendara yang ingin masuk ke Surabaya diarahkan oleh petugas kepolisian melewati jalur utama.
“Sebenarnya kami sudah mau geser, cuman polisi masih belum membuka blokir jalan sebelah timur (frontage road). Akhirnya kami bertahan sambil menunggu negosiasi,” kata Nurudin Hidayat Wakil Sekretaris DPW FSPMI,saat ditemui di Bundaran Waru.
Massa aksi demo akan melintasi Jalan Darmo, Jalan Basuki Rahmat dan sampa titik akhir di kantor Gubernur Jalan Pahlawan. Pantauan Beritajatim, massa aksi mulai mencair dan melakukan long march sekitar pukul 14.30. Arus lalu lintas perlahan juga mulai berjalan di sekitar bundaran Waru.
“Kita berharap Gubernur mau menemui kami untuk mendengar keluh kesah. Menjelang akhir kepemimpinan bu gubernur kami berharap agar bisa menaikan upah kami sebesar 15 persen,” imbuh Nurudin.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi mengatakan, total ada 3 ribu petugas yang akan disiagakan. Beberapa di antara mereka ditugaskan sejak dari Bundaran Waru, Sidoarjo.
Selain itu, aparat kepolisian juga akan melakukan penjagaan di sejumlah titik kumpul massa aksi. Yakni di Jalan Ahmad Yani dan sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jalan Setail. “Setiap persimpangan jalan yang dilalui pendemo dijaga petugas. Untuk antisipasi kalau ada longmarch yang dimulai di Jalan Darmo,” kata Haryoko.
Kemudian, kata Haryoko, sejumlah anggota polisi bakal disiagakan di dua lokasi yang kemungkinan menjadi titik aksi. Yaitu di Gedung Negara Grahadi dan Kantor Gubernur Jatim. “Dua titik itu (Gedung Grahadi dan Kantor Gubernur Jatim) juga kami siagakan petugas,” jelasnya. (ang/kun)
BACA JUGA: Demo Buruh Depan Grahadi Surabaya Nyaris Ricuh dengan Pengguna Jalan






