Sampang (beritajatim.com) – Tuberculosis atau TBC merupakan penyakit menular yang kasusnya cukup tinggi di Kabupaten Sampang. Pada 2022 lalu, TBC di Sampang mencapai 10.435 kasus, naik jika dibandingkan 2021 yang hanya 4.164 kasus.
“Kenaikan kasus TBC ini sebenarnya membutuhkan keterlibatan semua pihak,” kata dr Abdullah Najich, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Kamis (30/11/2023)
Ia menegaskan, Dinkes KB Sampang tidak bisa bergerak sendiri dalam pengendalian penyakit menular. Semua pihak harus tahu peran dan tanggung jawabnya agar lebih mudah menekan penularan.
BACA JUGA:
Baru Satu Bulan, Kanopi Parkir Dinas Pemadam Kebakaran Sampang Sudah Bengkok
Selain TBC, Dinkes KB Sampang juga memperhatikan pencegahan dan pengendilan penyakit tidak menular. Sedikitnya, terdapat empat penyakit yang mendapat perhatian khusus karena angka kasusnya cukup tinggi, yakni kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.
“Kita terus melakukan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif serta Puskesmas lebih maksimal dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk yang tidak menular,” pungkasnya.
BACA JUGA:
RSUD Sampang Siapkan Dokter Spesialis Caleg Stres
Sekedar diketahui, penyakit menular lainya selain TBC yakni penyakit HIV/AIDS, demam berdarah, dan kusta. Sementara untuk penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Diantaranya polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B dan tetanus. [sar/beq]






