Surabaya (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (BEM PTMI) Zona V Jatim-Bali mendeklarasikan Pemilu Damai dengan mahasiswa UM Surabaya menjelang Pemilu 2024.
Ratusan mahasiswa tersebut mengajak para mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam mengawal Pemilu 2024 dengan aman dan damai. Ada 4 poin dalam deklarasi yang digelar di kampus UM Surabaya tersebut.
Pertama, mendukung dan membantu jajaran TNI/Polri dalam menjaga keamanan serta mensukseskan gelaran Pemilu 2024 dengan aman dan damai. Kedua, menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.
BACA JUGA:Pajak Restoran Tembus Rp 100 Miliar, Penerimaan Pajak Daerah Sidoarjo Capai 92,59 Persen
Ketiga, menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang menciderai pesta demokrasi. Keempat, bersama-sama menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat menganggu jalannya Pemilu 2024.
Presidium Nasional BEM PTMI Zona V Jatim-Bali Mochamad Rafiansyach Hartono mengatakan, Pemilu 2024 menjadi ikhtiar pemilih pemuda sebagai patron dan garda terdepan menciptakan situasi aman dan damai.
“Berdasarkan data KPU, tercatat ada sebanyak 66,8 juta pemilih dari generasi milenial. Selain itu, pemilih dari gen Z juga mendominasi sebanyak 46,8 juta pemilih,” kata Rafian, Rabu (29/11/2023).
Generasi ini dikenal melek teknologi informasi ketimbang Gen X dan baby boomer. Sehingga, kata dia, partisipasi aktif mereka pada proses penyelenggaraan hasil pemungutan suara paling mendukung pelaksanaan Pemilu 2024.
“Jajaran BEM PTMI Zona V Jatim-Bali wajib menggunakan nalar kritis dalam merespon segala informasi pada tahun politik ini dengan melakukan metode analysis dan penjaringan, agar nantinya dapat di ketahui fakta aktual yang sebenarnya,” kata Rafian.

Ke depan, BEM PTMI akan terus berkomitmen dalam mengawal pemilu damai, melaksanakan pemilu yang sehat, tidak saling menjatuhkan dan mengumbar kenegatifan dalam perbedaan pandangan pada pemilu.
“Yang terpenting tetap mengedepankan kondusifitas sehingga pemilu dapat berlangsung jujur tanpa kecurangan dan penuh dengan netralitas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, usai pembacaan deklarasi tersebut Rafian menandatangani petisi pemilu damai di hadapan ratusan mahasiswa dan diikuti mahasiswa lain. (Ipl/Aje)






