Mojokerto (beritajatim.com) – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto menyerahkan dana keamanan kerjasama agroforestry tebu sebesar Rp459.665.280. Dana tersebut diserahkan kepada sembilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X.
Sembilan LMDH yang mendapatkan dana keamanan tersebut antara lain, LMDH Tani Makmur Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dradah, LMDH Sumber Makmur BKPH Dradah, LMDH Wonosari BKPH Ngimbang, LMDH Sekar Wono BKPH Ngimbang, LMDH Hutan Lestari BKPH Ngimbang.
LMDH Kedung Wangi BKPH Ngimbang, LMDH Wono Koyo BKPH Ngimbang, LMDH Karya Mas BKPH Bluluk dan LMDH Bina Humas BKPH Bluluk. Penyerahan dilakukan ‘Omah Duwur’ Rumah Dinas Wakil Administrator Mojokerto Barat di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.
Administratur KPH Mojokerto, Andi Adrian Hidayat melalui Wakil Administratur KPH Mojokerto, Irawan Bintoro Aji dalam rilis yang diterima beritajatim.com mengatakan, jika penyerahan dana keamanan tersebut merupakan kewajiban PTPN X dan Perhutani kepada sembilan LMDH di wilayah kerja.
Hal ini dalam rangka menjaga keamanan tebu di wilayah masing-masing LMDH. Kerja sama penanaman tebu merupakan amanat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.81 Tahun 2016 tentang dukungan ketahanan pangan melalui swasembada gula nasional dari dalam kawasan hutan.
“Saya berharap dana keamanan ini bisa bermanfaat dan digunakan untuk usaha produktif LMDH,” harapnya, Jumat (24/11/2023).
Sementara itu, perwakilan PTPN X, Sudarmawan mengatakan, jika pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Perhutani bersama LMDH dalam menciptakan swasembada gula pada lahan hutan. Ia juga berterima kasih kepada Perhutani KPH Mojokerto yang telah memberikan ruang gerak dalam menyukseskan salah satu nawa cita Presiden.
Yakni dengan mendukung program ketahanan pangan di bidang gula. Penyerahan dana keamanan ini adalah bukti keseriusan pihaknya untuk bekerjasama menyukseskan program swasembada gula sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.
“Semoga dengan dana ini bisa lebih bermanfaat bagi seluruh anggota LMDH yang wengkon wilayahnya dikerjasamakan untuk program tanaman tebu,” imbuhhnya.
Terpisah, Ketua LMDH Tani Makmur, Tikyar mengatakan, LMDH Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan memperoleh sharing keamanan tertinggi sebesar Rp133.254.000 untuk penanaman tebu seluas 88,836 hektar.
“Terima kasih kepada Perhutani dan PTPN X yang telah memberikan dana keamanan agroforestry tebu. Harapan kami agar sinergitas ini bisa berkelanjutan dan LMDH bisa dilibatkan dalam pengeloaan tanaman tebu atau program-program lain dari Perhutani sehingga kesejahteraan kami bisa meningkat,’ tegasnya.
Turur hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Seksi Keuangan SDM, Umum dan IT, Kamaryono, Kasi PPB Indah Handayani, Kasi Produksi dan Ekowisata, Suyasman, KSS Agrowisata, Agus Priyanto, Asper Ngimbang, Bluluk dan Dradah, perwakilan dari PTPN X, Sudarmawan, Ketua LMDH penerima dana keamanan kerjasama agroforestry tebu. [tin/kun]
BACA JUGA: Pohon Tumbang di Mojokerto Tutup Akses Jalan Desa
![Perhutani Mojokerto Serahkan Dana Keamanan Agroforestry Tebu Senilai Rp459 Juta untuk 9 LMDH Penyerahan dana keamanan agroforestry tebu di 'Omah Duwur' Rumah Dinas Wakil Administrator Mojokerto Barat di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231124-WA0025_NcHDTp9Y5H-1024x741.jpeg)





