Surabaya (beritajatim.com) – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto membeberkan tentang tindakan terorisme, radikalisme, dan ekstremisme di Indonesia. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran adanya persoalan kesenjangan dan kesejahteraan ekonomi di masyarakat.
Prabowo menilai, masyarakat yang merasa dirinya diperlakukan tidak adil, dengan kata lain belum sejahtera, dia cenderung lebih mudah dihasut oleh pelaku terorisme.
“Orang yang merasa diperlakukan tidak adil, itu adalah lahan subur untuk terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. Itu keyakinan saya,” ujar Prabowo saat Dialog Publik di UM Surabaya, Jumat (24/11/2023).
BACA JUGA:
Prabowo Tanpa Gibran dalam Dialog Publik di Universitas Muhammadiyah Surabaya
Karena itu, Prabowo mendorong adanya percepatan transformasi dalam rangka kesejahteraan rakyat. Dengan cara itu, menurutnya kemiskinan di Indonesia dapat dihilangkan, dan aksi terorisme dapat dicegah.
“Kita harus membawa kemakmuran untuk seluruh rakyat kita. Rakyat tidak boleh menghadapi keadaan kurang makan, tidak bisa punya pekerjaan. Kita harus menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia, dan Insya Allah kita akan hilangkan radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme,” tegasnya.
BACA JUGA:
Peneliti Senior: Dukungan Perangkat Desa kepada Prabowo-Gibran Layak Dijatuhi Sanksi Berat
Diketahui, Prabowo Subianto menghadiri Dialog Terbuka di UM Surabaya. Di kesempatan ini, Prabowo tanpa didampingi wakilnya, Gibran Rakabuming Raka. [ipl/beq]






