Blitar (beritajatim.com) – Fitriana sempat meminta cerai kepada Suprio Handono alias Nuhan sebelum perempuan asal Kendari Sulawesi Tenggara itu ditemukan meninggal dunia terkubur di dalam rumahnya.
Perempuan berusia 21 tahun itu, sempat beberapa kali meminta cerai kepada Nuhan usai dirinya memiliki pria idaman lain.
Permintaan cerai yang dilayangkan oleh Fitriana tersebut sempat diketahui para tetangga. Ketika itu Fitriana sedang diobati oleh tokoh agama sekitar karena mengalami epilepsi dan sekarat.
Namun kata pertama yang terucap usai Fitriana sadar dari penyakit epilepsi adalah minta cerai.
“Jadi saat itu saya dimintai tolong untuk mengobati, terus dia (Fitriana) siuman. Yang membuat saya tidak habis pikir kata pertama yang terucap adalah aku minta cerai, aku sudah dibohongi Nuhan katanya saya mau diceraikan satu tahun yang lalu,” cerita Ali Mashar, tetangga dari Nuhan, Jumat (24/11/23).
Akar permasalahan antara Fitriana dan Nuhan adalah saat keduanya membuka kopi karaoke di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Usai membuka usaha tersebut, Fitriana justru justru terpikat dengan pria idaman lain yang berasal dari Kediri.
Sejak saat itu hubungan keduanya tak lagi harmonis. Fitriana memilih ikut dengan sang pria idaman lain dan meninggalkan suaminya serta dua anaknya.
Nuhan pun sempat terlibat perdebatan dengan pria idaman lain dari Fitriana. Sang pria idaman lain itu pun diminta untuk memberikan uang sebesar Rp. 5 juta rupiah kepada Nuhan jika ingin membawa Fitriana ke Kediri.
Menurut Nuhan uang itu digunakan untuk biaya hidup kedua anaknya. Sejak saat itu, Nuhan dan Fitriana resmi berpisah ranjang meski belum cerai secara resmi.
“Ya permasalahannya berakar dari warung kopi itu, karena ini kopi karaoke jadi yang pakaian dari Fitriana kayak kurang bahan gitulah mungkin ada pria lain yang tertarik,” ceritanya.
Meski sudah tak satu rumah, namun Fitriana diketahui beberapa kali mendatangi Nuhan dan kedua anaknya yang berada di Desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
Yang terakhir Fitriana mendatangi rumah Nuhan pada tahun 2021 lalu. Saat itu ia diantar oleh pria idaman lainnya, dari depan gang jalan.
Perempuan asal Kendari itu pun berjalan kaki menuju rumah Nuhan untuk bertemu dengan sang anak. Namun setelah ditunggu berjam-jam Fitriana tak kunjung pulang dari rumah Nuhan.
Sang pria idaman lain pun akhirnya meninggalkan Fitriana. Setelah ditunggu satu hari penuh, Fitriana tak kunjung balik ke Kediri.
Baca Juga: Kerangka Manusia dalam Rumah di Blitar, Suami Jadi Tersangka
Merasa curiga, sang pria idaman lain akhirnya mendatangi RT di sekitar rumah Nuhan keesokan harinya. Disitu oleh Ketua RT, Nuhan dan pria idaman lain itu dipertemukan.
“Setelah ketemu itu, pria idaman lain meminta kepada Nuhan agar uangnya 5 juta dikembalikan karena Fitriana telah pulang ke pelukan Nuhan” imbuhnya.
Namun jawaban Nuhan justru seolah-olah tidak tahu apa-apa.
“Tak balikne duitmu tapi bojoku balikno,” ucap Ali menirukan perkataan Nuhan.
Sejak saat itu keberadaan Fitriana menghilang begitu saja. Tetangga dan warga sekitar pun sempat menaruh curiga.
Para tetangga bertanya, dimana keberadaan Fitriana. Namun Nuhan selalu menjawab bahwa istrinya telah dibawa kabur pria lain.
Ali Mashar selaku tetangga sempat bertanya empat mata dengan Nuhan. Saat itu Ali meminta agar Nuhan berkata jujur tentang keberadaan istrinya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jenazah-fitriana-dicor”]
Sikap itu dilakukan Ali Mashar karena tidak tega melihat anak dari Nuhan yang selalu menangis mencari keberadaan sang ibu.
“Arep awakmu arep wong lio ora bakal tak dudohi neng endi Fitriana, gur aku tok seng eruh,” tiru Ali.
Kini semua telah terungkap, Nuhan adalah pelaku pembunuhan terhadap Fitriana yang merupakan istrinya sendiri. Bahkan Nuhan, tega mengubur dan mencor istrinya sendiri. (Owi/ted)






