Pasuruan (beritajatim.com) – Ruko Gempol 9 Avenue beberapa bulan tutup dikarenakan adanya kasus penjualan manusia. Kali ini ruko kembali beroperasi dengan membuka warung kopi yang menyediakan pemandu lagu.
Tak hanya itu, guna mengamankan bisnisnya ini penjaga ruko, Handoko mengatakan bahwa dirinya juga memberikan setoran kepada perangkat desa. Setoran yang diberikannya yakni sekitar Rp 1 juta setiap bulannya.
“Aku di sini (Gempol 9 Avenue) jaga ruko, bukan jaga warkopnya. Di sini saya dibantu perangkat desa untuk jaga lingkungan beri kontribusi. Sebulan sekitar Rp 1 juta,” kata Handoko saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (22/11/2023).
Handoko juga mengatakan bahwa dibukanya kembali warung kopi yang menyediakan pemandu lagu ini baru saja dilakukannya setelah beberapa bulan tutup. Menurutnya pemandu lagu yang dipekerjakan di lokasi tersebut juga dibayarnya setiap harinya.
BACA JUGA:
Pengakuan Pelaku Saat Jengkel dan Bunuh Wanita di Gempol
“Wanita yang disini bukan wanita penghibur, melainkan Lady Companion yang juga kami beri gaji setiap harinya. Sehari kerja sampai jam 12 malam kami kasih Rp 75.000,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jemik Sadiman saat dimintai keterangan enggan memberikan komentar terkait setoran keamanan yang diberikan kepada perangkatnya. [ada/but]






