Jombang (beritajatim.com) – Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang terus bersolek. Desa yang ada di kaki pegunungan Anjasmoro ini terus meningkatkan potensinya. Mulai wisata hingga aneka tanaman buah.
Nah, salah satu potensi tanaman buah di Desa Jarak adalah buah manggis. Ada pula pohon durian dan salak. Semuanya, tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lezat. Rencana ke depan, di desa tersebut dibangun wisata petik manggis.
“Hampir semua petani yang ada di Desa Jarak memiliki tanaman manggis. Tahun ini sangat bagus. Sekali musim panen bisa menghasilkan 80 hingga 100 tahun. Masa panen selama empat bulan,” ujar Kepala Desa (Kades) Jarak Agus Darminto, Rabu (22/11/2023).
Panen manggis mulai November dan berakhir pada Maret. Nah, saat-saat itulah tanaman manggis milik warga setempat berbuah lebat. Walhasil, Pemdes setempat juga memberikan dukungan yang maksimal. Di antaranya, dalam dua tahun ini, pihak desa memberikan bibit tiga pohon manggis dan dua pohon durian per rumah.
BACA JUGA: Merasakan Sensasi Trekking di Kaki Gunung Anjasmoro Wonosalam Jombang
Sebagai upaya promosi, pihak desa juga menggelar tumpengan manggis setiap tahun. Warga umum bisa datang ke Desa Jarak untuk berebut buah manggis secara gratis. Ribuan buah manggis ditata sedemikian rupa menyerupai tumpeng raksasa.
Tumpeng tersebut diletakkan di tengah lapangan. Setelah seremoni, pengunjung bisa berebut manggis secara gratis. Tentu acara tersebut sangat seru. Selain sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil panen, juga sebagai sarana promosi.
Tumpengan manggis di Desa Jarak pada 19 Februari 2023 berjalan sukses. Ribuan pengunjung hadir di acara tersebut. Kegiatan diawali dengan kirab 14 tumpeng manggis berukuran kecil dari Balai Desa Jarak menuju lapangan desa.
Belasan tumpeng manggis itu, selanjutnya dijadikan satu dengan tumpeng manggis raksasa yang berisi 2.023 Kg buah manggis. Panitia serempak membagikan manggis secara gratis. Ribuan warga dari berbagai daerah yang memadati lapangan larut dalam suasana keseruan berebut buah manggis hasil bumi Wonosalam hingga habis.

“Tahun depan kita adakan lagu Tumpengan Manggis. Pemdes Jarak sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Jombang, acara Tupengan Manggis kita laksanakan pada 25 Februari 2024,” ujar Kades Jarak sembari menunjukkan satu nampan berisi manggis.
Apa yang membedakan manggis dari Desa Jarak dengan manggis lainnya? Agus menjelaskan, manggis dari Desa Jarak rasanya bukan hanya manis, tapi juga perpaduan asam. Sudah begitu, tekstur kulitnya tidak keras. Sehingga mudah dikupas.
“Manggis Desa Jarak lebih empuk. Sedangkan rasanya asam manis. Potensi manggis beberapa tahun terakhir ini sangat luar biasa. Kita sudah bisa menembus pasar ekspor. Buah yang kita bagikan dalam Tumpengan Manggis tahun depan sebanyak 2.024 kilogram manggis. Ini sudah kita bahas persiapannya,” pungkas Kades Agus. [suf]






