Blitar (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Blitar bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar Raya dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Blitar Raya berkolaborasi membentuk Gugus Tugas Pengawasan Pemilu 2024.
Pembentukan gugus tugas ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Bawaslu RI dengan Dewan Pers. Bawaslu Kota Blitar berharap dengan adanya pembentukan gugus tugas ini dapat meminimalisir adanya pemberitaan bohong tentang Pemilu 2024.
“Jadi ini tindak lanjut dari Bawaslu Kota Blitar untuk menindak lanjuti arahan dari Bawaslu RI dengan Dewan Pers dan KPI untuk membentuk gugus tugas, surat keputusan bersama untuk mengawal dan memantau jalannya Pemilu,” kata Sarwi Ruci, Bawaslu Kota Blitar, (18/11/2023).
Nantinya Bawaslu Kota Blitar akan membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk meminimalisir isu-isu negatif mengenai Pemilu 2024. Pokja Pengawasan yang dibentuk nantinya akan dimasukkan ke dalam gugus tugas Bawaslu Kota Blitar.
BACA JUGA:
25 Siswa SD di Blitar Terpengaruh Tren ‘Barcode’ TikTok
“Itu nantikan ada tugasnya, nanti akan dibentuk Pokja untuk pengawasan isu-isu negatif itu yang diharapkan berita yang tersampaikan ke masyarakat itu berita-berita yang benar,” imbuhnya.
Gugus tugas bentukan Bawaslu Kota Blitar ini diharapkan mampu menentukan titik kerawanan dalam pemberitaan maupun sosial media mengenai isu Pemilu. Diharapkan PWI dan IJTI Korda Blitar bisa bekerja sama dengan Bawaslu Kota Blitar untuk mengawasi jalannya pemberitaan mengenai Pemilu 2024.
“Soal sosial media sekarang memang sangat marak maka dari itu mungkin kami kesulitan menentukan titik kerawanannya dengan adanya gugus tugas ini diharapkan kami bisa menentukan titik kerawanan,” tegasnya.
Selain menjalin kerjasama dengan PWI serta IJTI Korda Blitar Raya, Bawaslu Kota Blitar juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan media sosial. Diharapkan masyarakat juga bisa ikut mengontrol dan mengawasi soal dugaan berita-berita hoax yang beredar di media sosial.
BACA JUGA:
25 Siswa SD di Blitar Terpengaruh Tren ‘Barcode’ TikTok
“Kami berharap tidak hanya Bawaslu dan teman-teman namun juga masyarakat yang ikut berperan aktif mengawasi jalannya Pemilu,” tutupnya.
Sementara itu KPID Jatim yang turut hadir dalam cara tersebut mengapresiasi langkah yang ditempuh Bawaslu Kota Blitar dengan menggandeng PWI dan IJTI untuk mengawasi jalannya Pemilu 2024. Diharapkan dengan begitu, pemberitaan hoaks soal Pemilu 2024 bisa diminimalisir.
“Karena pemilu 2024 ini luar biasa dan ini pesta maka harus tetap meriah tapi juga diperlukan pengawasan yang aktif dan partisipatif dari semua pihak,” kata Ketua KPID Jatim, Immanuel Yosua Tjiptosoewarno. [owi/beq]






