Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menimbulkan korban jiwa terjadi di Kabupaten Ponorogo. Laka lantas yang melibatkan 2 sepeda motor itu terjadi di jalan raya Ponorogo-Pacitan kilometer 13-14, masuk Desa Singkil Kecamatan Balong. Salah satu pengendara yang terlibat, mengalami luka berat di bagian kepala, dan meninggal saat berada di rumah sakit.
“Korban mengalami luka berat, dan akhirnya meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Ponorogo Iptu Immamudin, Rabu (15/11/2023).
Immamudin menceritakan bahwa laka lantas yang mengakibatkan korban jiwa itu berawal saat ada sepeda motor Honda Tiger dengan nomor polisi (nopol) AE-4239-TU yang dikendarai oleh laki-laki inisial MY, melaju dari arah selatan ke utara. Pemuda 22 tahun itu menggeber motornya dengan kecepatan sekitar 60 kilometer/jam. Nah, saat mendekati tempat kejadian, warga Desa Gundik Kecamatan Slahung itu, berniat untuk menyalip kendaraan yang ada di depannya.
Nah disaat bersamaan itu, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Supra 125 dengan nopol E-4144-SS yang dikendarai oleh seorang perempuan berinisial EZ. Diduga pengendara MY itu terlalu ke kanan saat akan menyalip kendaraan, sehingga mengakibatkan 2 sepeda motor itu saling bertabrakan. Kedua pengendara baik itu MY dan pengendara perempuan berumur 21 tahun pun sama-sama terpental.
Namun, jika MY mengalami luka berat di bagian kepala, pengendara perempuan asal Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman lebih beruntung hanya mengalami luka ringan. “Berbeda dengan pengendara MY, pengendara perempuan hanya mengalami luka ringan pasca kejadian laka lantas itu,” katanya.
Dari hasil olah TKP oleh petugas kepolisian Satlantas Polres Ponorogo, diduga pengendara laki-laki itu tidak konsentrasi penuh saat hendak menyalip kendaraan yang di depannya. Akibatnya kendaraannya melebar ke kanan dan menabrak motor yang dari arah berlawanan. “Laka lantas ini dipicu oleh human error, korban kurang konsentrasi saat akan menyalip sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan dari lawan arah,” kata Imam.
Imam menambahkan bahwa menghimbau masyarakat untuk meningkatkan konsentrasi dalam berkendara. Sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Hal itu penting untuk dilakukan, supaya tidak bertambah korban jiwa lagi yang disebabkan laka lantas. “Masyarakat diminta untuk berkonsentrasi penuh saat berkendara. Sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kasian, karena keluarga menanti di rumah, harus hati-hati betul,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA: Mahasiswa Ancam Tutup Sendiri Tambang Ilegal di Ponorogo






