Blitar (beritajatim.com) – Modal untuk maju sebagai calon legislatif membutuhkan biaya yang tidak kecil. Namun demikian, menjadi anggota DPRD masih menjadi jabatan yang diidamkan oleh banyak orang di Blitar. Para calon legislatif ini rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah demi bisa memuluskan langkahnya untuk duduk sebagai wakil rakyat.
Namun berapa sebenarnya modal yang harus dimiliki oleh seseorang untuk maju sebagai Caleg DPRD di Blitar? Rata-rata seorang yang ingin maju menjadi Caleg DPRD harus memiliki modal Rp 250 hingga 500 juta.
Seperti yang diutarakan salah satu calon legislatif DPRD Kota Blitar, Tan Ngi Hing. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Gerindra Kota Blitar itu pernah menghabiskan modal Rp 250 juta pada Pileg 2019.
Uang Rp 250 juta tersebut digunakan Tan Ngi Hing untuk biaya kampanye hingga membiayai tim pemenangannya. Tan Ngi Hing menyebut modal yang ia keluarkan tersebut bukan untuk membeli suara.
Selain melanggar aturan, untuk membeli suara juga diperlukan modal yang lebih besar lagi. Modal Rp 250 juta tidak akan cukup untuk membeli suara pemilih.
BACA JUGA: PDIP Kabupaten Blitar Targetkan 25 Kursi DPRD di Pileg 2024
“Seingat saya dulu yang terakhir saya habis sekitar Rp 250 juta. Itu hanya untuk biaya kampanye,” kata Tan Ngi Hing, Caleg DPRD Kota Blitar, Rabu (14/11/23).
Meski telah menghabiskan modal Rp 250 juta, namun hal itu tidak membuat caleg dari Partai Gerindra tersebut lolos ke DPRD Kota Blitar. Pada Pileg 2019, Tan Ngi Hing gagal menjadi anggota legislatif.
“Saya tidak berani beli suara, mending dibuat untuk biaya kampanye saja,” tegasnya.
Kegagalan Tan Ngi Hing ini bukanlah yang pertama kalinya. Total Tan Ngi Hing telah lima kali gagal menjadi anggota DPRD Kota Blitar. Modal ratusan juta pun tentu sudah dihabiskan Tan Ngi Hing selama lima kali gelaran Pileg. Meski begitu Sekretaris Partai Gerindra tersebut tidak pernah kapok.
BACA JUGA: Gerindra Blitar: Prabowo Tak Pernah Berurusan dengan KPK
Kini di Pileg 2024, pria berusia 55 tahun ini kembali maju sebagai Caleg di DPRD Kota Blitar. Sejumlah persiapan pun telah dilakukan oleh Tan Ngi Hing, mulai dari modal hingga tim pemenangan.
“Hakikat karir politik itu salah satunya menjadi anggota legislatif untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Nah, mau apa di politik kalau tidak nyaleg?,” tutupnya.
Dari pengalaman Tan Ngi Hing menunjukkan bahwa uang bukan segala dalam Pemilihan Umum. Kepribadian dan kedekatan dengan pemilih menjadi satu hal yang juga wajib diperhatikan oleh setiap Caleg jika ingin menang.
Jadi masihkan anda tertarik untuk maju sebagai calon legislatif yang memakan biaya atau modal hingga ratusan juta rupiah? [owi/suf]






