Surabaya (beritajatim.com) – Kebakaran yang menewaskan 2 lansia di Surabaya, Selasa (14/11/2023) pagi diduga karena adanya korsleting listrik. Petugas kepolisian juga baru menemukan identitas kakak beradik yang tewas dalam kebakaran itu. Dua korban itu adalah perempuan bernama Fenda Sinjaya (60) dan Fitchuri Sinjaya (57) berjenis kelamin laki-laki.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa titik api berasal dari atap rumah. Hal itu bisa dilihat dari atap rumah yang habis duluan karena dilalap api. “Kemungkinan korsleting instalasi listrik karena atap habis duluan. Ambruk begitu,” kata Dedik.
Berdasarkan keterangan para tetangga, rumah yang terbakar itu dulunya adalah rumah mewah. Namun kian tidak terurus hingga ada atap yang roboh. Juga banyak tanaman liar di halaman rumah. Sehari-hari kedua korban hidup tertutup setiap didatangi oleh tetangganya.
“Di ruang tengah itu hampir tidak ada alat elektronik. Hanya ada dua kasur. Korban perempuan ditengarai gangguan mental,” imbuh Dedik.
BACA JUGA: Kebakaran Surabaya, Puskesmas Kali Kedinding Hangus, 1 Korban Sesak Napas
Diketahui, rumah di Kertajaya Indah Timur, Surabaya habis dilalap api, Selasa (14/11/2023) pagi. Dalam kebakaran itu, dua kakak-beradik lansia ditemukan tewas di ruang tengah rumah dalam kondisi gosong karena terbakar.
Dari keterangan yang dihimpun beritajatim.com, kedua korban pernah hampir membakar rumahnya sendiri pada tahun 2008. Mereka juga terkenal tertutup dan tidak mau didata oleh petugas pemerintah setempat. Namun, kedua korban terkenal loyal kepada kampung RT/RW karena selalu menjadi penyumbang iuran terbesar. [ang/suf]






