Mojokerto (beritajatim.com) – BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayah XI melibatkan pelajar dan anak-anak dalam event Gaung Sakala Bhumi Majapahit. Event dalam rangka hari jadi Majapahit ke-730 diharapkan perlindungan adalah pewarisan kepada anak-anak melalui pendidikan karakter bisa tercipta.
“Ini merupakan salah satu event yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI dalam rangka perlindungan kebudayaan. Jadi ini memang kita pentaskan untuk melindungi, menceritakan jaman Majapahit seperti apa,” ungkap BPK Wilayah XI, Endah Budi Heryani, Minggu (12/11/2023).
Termasuk kesenian zaman Majapahit. Selain menghadirkan pertunjukan sendratari, Gaung Sakala Bhumi Majapahit juga menampilkan lomba e-komik dan dialog tentang Cagar Budaya dan Peradapan Majapahit. Event tahunan yang digelar di Mojokerto tersebut juga melibatkan Kabupaten/Kota sekitar.
“Ada kesenian dari Kabupaten Kediri, Pasuruan, Jombang, Kota Malang, Kabupaten Mojokerto sendiri juga ada. Salah satu perlindungan adalah pewarisan kepada anak-anak selanjutnya, itu sudah ada di Undang-undang. Sehingga event ini melibatkan pelajar dan anak-anak,” katanya.
Tujuannya tidak lain yakni sebagai bentuk tanggungjawab BPK Wilayah XI di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sehingga apa yang dilakukan BPK Wilayah XI harus ada kaitannya dengan pendidikan.
“Salah satunya pendidikan karakter. Dengan melibatkan anak-anak di sini jadi tahu ceritanya dulu seperti itu. Kenapa pakai Sumpah Palapa segala? Karena memang skenarionya pingin menunjukan jalan cerita sejarahnya Sumpah Palapa. Memang ini yang diceritakan ke masyarakat dan anak-anak jadi tahu,” jelasnya.
Jika sejarah hanya diketahui dari membaca buku sejarah maka hanya sebatas membaca. Berbeda saat cerita sejarah tersebut disajikan dalam bentuk pertunjukan sendratari dan lainnya. Menurutnya cerita sejarah ada berbagai macam sudut pandang tergantung pada bukti material maupun data pendukung.
“Sehingga saat kita melihat seberapa pakemnya, kemarin cerita Gayatri, sekarang ini, mungkina ada berbedanya. Saya rasa itu kita harus saling menghormati karena untuk sejarah ilmunya saja humaniora, tidak ada yang ilmu pasti. Bukan 1+1=2, sehingga kita memberi kebebasan asal tidak nyeleweng terlalu jauh dari data yang ada,” tegasnya.
BACA JUGA: Kerajaan Majapahit Didirikan Raden Wijaya pada 1293 Masehi
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPK) XI Jawa Timur menggelar Gaung Sakala Bhumi Majapahit acara seni budaya sejak pertengahan Oktober hingga 12 November 2023. Berbagai aktivitas berupa pasar rakyat, UMKM, pemutaran bioling, dialog budaya, pameran, adi budaya on air, dolanan tradisional serta Gelar Budaya Majapahit.
Gaung Sakala Bhumi Majapahit dalam rangka memperingati hari jadi Majapahit ke-730 diawali dengan Lomba E komik dan Lomba Foto, serta Jelajah Situs dan ekspresi budaya di Pusat Informasi Majapahit (PIM) dan ditutup penampilan Cak Kartolo dalam Teater Tombo Ati pada, Minggu (12/11/2023) malam. [tin/suf]







