Mojokerto (beritajatim.com) – Pertunjukan Sendratari Panji ‘Bethari’ ditampilkan para siswa SDN Jombatan III Jombang di Gaung Sakala Bhumi Majapahit di Lapangan Brawijaya Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Penyaji Terbaik ASEAN Panji Festival 2023 ini tampil dalam rangkaian Hari Jadi Majapahit ke 730.
Panji Bethari mengisahkan pencarian seorang anak terhadap bapaknya yang dilakukan bertahun-tahun. Tematik budaya panji dipilih sutradara Ayu Titis Rukmana Sari karena merupakan memory of the word yang dapat dijadikan institusi pendidikan alternatif dalam menanamkan karakter generasi muda.
“Ketika kami mengangkat cerita Panji Laras ini, kami mengkaitkan dengan subyek karena subyeknya adalah anak-anak yang dipakai dalam Festival Panji pada saat itu. Maka kami mencari apa cerita panji yang terkait dengan anak-anak sehingga kami, tim memutuskan cerita Panji Laras,” ungkapnya, Sabtu (11/11/2023).
Masih kata pelatih ekstrakulikuler di SDN Jombatan III ini, para pemain merupakan siswa yang mengikuti ekstrakulikuler di sekolah. Yakni ekstrakulikuler karawitan, teater dan tari. Para pemain merupakan hasil seleksi dari berbagai macam ekstrakulikuler di SDN Jombatan III tersebut.
BACA JUGA: Warisan Kuliner Majapahit, Festival Nasi Bakar Semarakkan Pekan Budaya Majapahit 2023 di Mojokerto
“Panji Laras ini merupakan cerita dimana sosok anak mencari seorang ayahandanya. Sebenarnya ayahandanya adalah seorang raja di Jenggolo dan memiliki istri yang bernama Candra Kirana tapi diusir dari istana. Ketika Candra Kirana diusir, ia sedang hamil Panji pada saat itu,” katanya.
Di tengah perjalanan, lanjut Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri ini, Batara Narada memberikan atu telur emas yang kemudian menetaskan menjadi seekor ayam ajaib yang bisa bicara. Ayam ajaib tersebut menunjukkan jika sebenarnya Raja Jenggola tersebut juga memiliki kegemaran seperti Panji Laras.
“Yakni suka tarung ayam. Ayam ajaib milik Panji Laras menyampaikan jika ada pertandingan ayam di Jenggola yang nantinya Panji Laras akan mendapatkan jawaban atas pencarian selama ini. Sebenarnya cerita Panji itu adalah cerita folklore (cerita rakyat), di situ memiliki karakter yang cocok untuk anak-anak,” ujarnya.
Dari karakter Panji Laras dapat dijadikan teladan karena tegas Titis, Panji Laras adalah sosok yang bertanggungjawab, gemar belajar, baik hati dan suka menolong. Menurutnya saat ini kebudayaan lokal atau kearifan lokal sedikit tergeser oleh kebudayaan yang ada di era milineal sehingga di SDN Jombatan III lebih mengutamakan kegiatan di luar akademis.
“Yakni non akademis adalah seni tradisi. Di Bethari (SDN Jombatan III) itu banyak sekali ekstranya. Ada seni tari, karawitan, teater, banjari dan banyak lagi tetapi semua digodok secara matang agar anak-anak bisa mengikuti secara seluruh ekstrakulikuler karena tidak hanya secara akademis, non akademis pun anak-anak juga harus menguasai dengan baik,” tuturnya.
BACA JUGA: Hari Lahir Majapahit 12 November 1293, Kerajaan Terbesar Nusantara
Pihaknya tidak menginginkan sepenuhnya para siswa menjadi seniman profesional tetapi SDN Jombatan III ingin memberikan pengetahuan bahwa kebudayaan daerah wajib dilestarikan, dicintai. Dan menurutnya, filosofinya sebagai pembelajaran anak.
“Sehingga nantinya diharapkan bisa berpengaruh pada kehidupan mereka, seperti bahasa yang digunakan saag berhadapan dengan orang yang lebih dewasa, dengan orang yang derajat lebih tinggi, dengan teman-temannya. Seperti itu. Harapan saya, anak-anak dapat mempelajari, mengetahui tentang budaya khususnya Majapahit,” harapnya.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jatim Ajak Lestarikan Budaya dan Teladani Semangat Majapahit
Menurutnya, tugasnya adalah untuk memberikan wawasan meskipun para siswa tidak mencintai tapi paling tidsk mengetahui dan mempelajari dalam bentuk yang lain. Tidak hanya dalam bentuk cerita tapi juga cerita dalam seni pertunjukan sehingga para siswa mengenal kebudayaan dan cerita sejarah tidak hanya dari buku.
Cerita Panji ‘Bethari’ tampil sebagai 10 penyaji terbaik pada ASEAN Panji Festival 2023 pada tanggal 7-28 Oktober 2023 di Malang lalu yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Sementara Gaung Sakala Bhumi Majapahit dalam rangka memperingati hari jadi Majapahit ke-730 digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX mulai tanggal 17 Oktober – 12 November 2023. [tin/suf]







