Malang (beritajatim.com) – Sylvia Helmi Nurjannah memulai pengalaman magang untuk bekerja sejak duduk di bangku SMK.
Kemudian, ia melanjutkan karirnya di bidang IT, yakni dalam bidang pembuatan website dengan sistem freelance.
“Setelah lulus SMK, saya langsung lanjut kuliah. Tapi, saat itu saya juga masih sambil bekerja. Selain pekerjaan di bidang IT, saya juga pernah coba-coba jualan online dan hasilnya lumayan,” kata dia.
Namun, setelah dijalani, ia lebih cocok untuk bekerja di bidang IT. Singkat cerita, setelah lulus kuliah, ia dipercaya untuk bekerja remote pada perusahaan asal Hongkong.
“Namun, cuma sebentar sih, tiga bulan aja. Kemudian, lanjut kerja di BCA sampai sekarang sebagai IT Specialist, yang fokusnya saya di bagian middlewarenya,” kata perempuan kelahiran 2001 ini.
Menurut Sylvia, pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap profesi yang ingin dijajaki. Contohnya, gelar dari kuliah sebagai syarat mutlak profesi tertentu.
“Biaya kuliah mahal. Tapi, saya juga tidak bisa mendaftar beasiswa bidikmisi. Inilah yang menjadi tantangan terbesar saya karena perangnya melawan ekonomi demi meraih gelar yang dikejar,” imbuh dia.
“Untuk merantau pun juga butuh uang tabungan, jadi menurut saya semua tidak lepas dari uang dan hal ini menjadi tantangan besar untuk saya. Selain tantangan ekonomi, ada juga tantangan untuk melawan diri sendiri dari rasa pesimis, capek, menyerah, dan merasa cukup,” kata dia lagi.

Ketika menjalani profesinya saat ini, ia merasa lebih banyak sukanya. Di tempat kerjanya sekarang, memiliki lingkungan yang nyaman, rekan kerja yang support dan positif, terstruktur dengan peraturan yang jelas.
Selain pengalaman bekerja sebagai IT specialist tersebut, ia juga memiliki banyak portofolio.
“Project aplikasi untuk puskot Malang, sistem informasi untuk SMK Malang, project aplikasi untuk IHK sports Hongkong, dan sekarang menjadi bagian dari tim yang menangani program transaksi perbankan di bank swasta terbaik seIndonesia,” imbuh lulusan Universitas Negeri Malang ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Meski demikian, ia tak ingin menyerah begitu saja dan tak ingin menghentikan langkah begitu saja.
“Ke depan, saya ingin belajar lagi. Harapannya, saya masih memiliki niat dan minat yang tinggi untuk belajar lagi. Semoga semua impian saya dapat terwujud, saya menjadi pribadi yang lebih baik, saya tetap suka belajar dan semangat belajar, dan saya dapat tetap menjadi kebanggan diri sendiri,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada anak muda untuk belajar mengontrol dan sadar diri.
“Dua sikap itu luas yang intinya kita bertanggung jawab 100 persen terhadap diri kita sendiri. Kadang di masa-masa ini kita ngeliat pencapaian orang jauh lebih tinggi tapi justru ada banyak orang yang ingin di posisi kita. So, kesuksesan itu bukan apa yang orang lain lihat, tapi goals apa yang berhasil kamu capai,” tandas dia. (ted)
=============
Konten kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






