Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi berencana melakukan revitalisasi Pasar Banyuwangi. Pembangunan pasar itu juga telah mendapatkan dukungan dari Kementerian PUPR.
Bahkan kedua pihak pemerintah pusat maupun daerah ini juga telah mengeluarkan konsep. Nantinya, akan ada sentuhan mulai dari depan hingga bagian dalam pasar.
Menurut Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Essy Asiah, bangunan bagian depan pasar Banyuwangi yang termasuk cagar budaya hanya akan direvitalisasi. Sementara bagian belakang bidak-bidak pedagang yang beratap seng akan dibongkar. Kemudian dibangun kembali dengan lebih modern namun tetap mengadopsi arsitektur lokal Osing. “Misalnya, untuk atap bangunan pasar akan kita buat menyerupai bentuk atap rumah adat Osing,” terang Essy.
Bangunan pasar tersebut, kata Essy, gedung utamanya akan dibangun dua lantai. Dibagi atas pasar basah, pasar kering dan area kuliner. Juga dilengkapi dengan gedung parkir yang dibangun tiga lantai. “Jadi nanti depan pasar akan rapi, jalan aspalnya juga akan diganti dengan paving. Kalau malam bisa dipakai untuk jalan-jalan dan kulineran wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan saat ini pemkab telah menyiapkan sejumlah hal untuk mendukung kelancaran proses revitalisasi Pasar Banyuwangi. “Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran untuk relokasi serta pembongkaran pasar. Harapan kami, pengerjaan revitalisasi pasar bisa segera dilaksanakan,” terang Mujiono. (rin/kun)
BACA JUGA: Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan di Selat Bali






