Sampang (beritajatim.com) – Soibah (40) seorang janda asal Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, tidak mampu memperbaiki rumahnya yang hampir roboh.
“Kondisi rumah saya sudah lapuh dan gentengnya banyak yang jatuh. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, saya selalu numpang di rumah tetangga untuk tidur,” ujarnya, Jumat (10/11/2023).
Ia menambahkan, meski berstatus janda dan tinggal di rumah rusak, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bahkan yang lebih memperihatinkan, anak semata wayangnya harus putus sekolah karena tidak mampu untuk membiayai.
“Anak saya terpaksa berhenti sekolah karena tidak ada biaya. Selain itu saya hanya mengandalkan hasil tani lahan satu petak yang hasilnya cukup untuk dimakan,” imbuhnya.
Faridi, tetangga Soibah, juga mengaku prihatin dengan kondisi janda anak satu tersebut. Ia berharap agar kondisi tetangganya itu segara diperhatikan oleh pemerintah serta para dermawan yang peduli untuk membantu.
“Kami sebagai tetangga turut prihatin dengan kondisi ibu Soibah, semoga segera mendapatkan bantuan dari siapapun yang ingin membantu, terutama perbaikan rumahnya yang hampir roboh,” harapnya.
Sekedar diketahui, beberapa hari yang lalu, jajaran Forkopimcam setempat telah mendatangi rumah Soibah untuk melakukan pendataan dan melihat kondisi rumah janda anak satu tersebut. Kemungkinan dalam waktu dekat akan ada bantuan untuk Soibah.[sar/kun]
BACA JUGA: Memasuki Pancaroba, Sampang Rawan Bencana






