Lamongan (beritajatim.com) – EXPO OPOP (One Pesantren One Product) tahun 2023 digelar di Halaman Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Kali ini, Kabupaten Lamongan didapuk sebagai City Of Charm pada kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat), mulai hari Kamis hingga Minggu (10-13/11/2023).
Ditunjuknya Lamongan sebagai city of charm ini bukan tanpa alasan. Hal itu lantaran Kabupaten Lamongan memiliki ruang tersendiri untuk mempromosikan produk unggulan pesantren dan potensi ekonominya untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pengembangan OPOP ini harus didukung kesiapan pemerintah maupun pesantren dalam peningkatan skill, baik secara manajerial, leadership, digital IT, finance support hingga lainnya.
Apalagi, tutur Gubernur Khofifah, di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi informasi ini pondok pesantren (ponpes) yang memiliki hafiz dan hafizah dengan daya ingat yang kuat dapat dibimbing untuk mengembangkan digital sebagai raw input pakar koding.
“OPOP ini sesuatu banget, ayo bersama-sama kita kuatkan, kita kembangkan di sisi-sisi mana potensi yang belum kita gali dan belum kita maksimalkan,” kata Khofifah, saat meresmikan EXPO OPOP Tahun 2023 di Grand Ballroom Al Marwah, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Kamis (9/11/2023) malam.
“Jadi ada kekuatan-kekuatan yang dimiliki pesantren, sehingga perspektif tradisional ini bukan berarti gaptek (gagap teknologi) dan tertinggal, sehingga harus ada proses improvment yang lebih kuat lagi bahwa pesantren tradisional sekarang ekonominya sudah keren,” imbuhnya.
Ditegaskan Khofifah, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memajukan OPOP. Pasalnya, keseriusan dalam membentuk ekosistem yang memadai ini dibutuhkan perhitungan dan takaran capaian yang dapat berdampak pada ekosistem penguatan pesantren.
“Penguatan itu dilakukan dari dalam pesantren, luar pesantren, maupun hingga luar negeri,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut bahwa EXPO OPOP kali ini menjadi momen spesial bagi Kabupaten Lamongan. Selain sebagai city of charm, Pemkab Lamongan juga memanfatkan momen ini untuk mempromosikan dan mengenalkan potensi ekonomi berbasis pesantren yang dimilikinya.
Adapun promosi tersebut dilakukan melalui berbagai produk unggulan dari Ponpes Sunan Drajat, Roudlotul Qur’an Sukodadi, IAI Tabah, Al falahiyah Gowah Turi, Darul Fiqhi, Thoriqussalam, hingga UMKM binaan Pemkab Lamongan.
Oleh karenanya, Bupati Yuhronur sangat mengapresiasi kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Pemprov Jatim untuk Kabupaten Lamongan. Dia juga mengharapkan, event ini dapat memberikan kemandirian sekaligus pondasi ekonomi kerakyatan.
“Atas nama Pemkab Lamongan, saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada Kabupaten Lamongan sebagai City Of Charm OPOP Expo 2023,” ungkapnya.
Penguatan Ekonomi Digital Berbasis Pesantren
Dalam rangka memperkuat ekonomi digital berbasis pesantren, Yuhronur menjelaskan, Pemkab Lamongan terus memperkuat jalinan kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, eksistensi program santripreneur bisa tetap terjaga dan terus berkembang menjadi sosiopreneur di era ekonomi digital.
Berdasarkan data saat ini, terdapat 23 koperasi pesantren di Lamongan yang tergabung dalam program OPOP dengan berbagai produk unggulan, mulai dari songkok, batik tulis, kopi wali, olahan jamur, garam, pupuk organik, olahan ikan, pupuk cair, kaligrafi styrofoam, pupuk duri bandeng, jamu herbal hingga air minum dalam kemasan.
Dengan adanya program santripreneur, Pemkab Lamongan bertekad menjadikan pesantren sebagai ekosistem kebangkitan ekonomi sekaligus berperan untuk memberikan pemberdayaan bagi umat dalam mempersempit kesenjangan.
“Kami terus berikhtiar untuk terus memajukan koperasi dan peluang usaha mikro khususnya dilingkungan pesantren memberikan fasilitasi promo usaha baik dalam bentuk expo maupun menggelorakan gerakan nasional bangga buatan indonesia serta selogan lokal di Kabupaten Lamongan #ayoditumbasi,” kata Bupati Yes.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Andromeda Qomariah melaporkan, kegiatan tahunan untuk EXPO OPOP tahun ini diikuti tak kurang dari 52 unit stan produk unggulan OPOP dari santripreneur, pesantrenpreneur, dan sosiopreneur.
BACA JUGA:
Lamongan Lakukan Kerja Sama dengan Sprix Inc dan HIGA
Kegiatan ini juga didukung pelatihan wirausaha digital OPOP akademi, talk show proses pembiayaan keuangan syariah, pasar murah, pelatihan kewirausahaan digital, klinik pembiayaan syariah berupa pelayanan konsultasi, klinik pelayanan usaha, bisnis forum.
“Kegiatan ini sekaligus dimeriahkan dengan berbagai lomba, mulai dari sholawat banjari, mewarnai anak-anak yang diikuti 500 anak, kupon belanja kelipatan 10 ribu dengan hadiah umroh, lomba pemilihan da’i cilik, lomba vlog, pembagian bibit mangga dan jambu sebanyak 150 bibit, majelis gen Z islami dan sholawat bersama,” paparnya. [riq/but]






