Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar wisuda dua periode sekaligus, yaitu periode 122 dan 123. Dua periode ini dilaksanakan sekaligus untuk mempercepat kelulusan mahasiswa
“Ini digabung karena saat pandemi sempat tertunda wisuda sehingga sampai saat ini menumpuk. (Digabung) untuk mempercepat kelulusan mahasiswa,” ujar Ketua Pelaksana Wisuda UM, Dr. Siti Sendari, Jumat (10/11/2023).
Sendari mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan matang. Mengingat jumlah mahasiswa yang diwisuda cukup banyak.
“Panitia sudah membagi berimbang kami siapkan pintu utara dan selatan. Kami juga atur untuk penempatan parkirnya juga,” ungkapnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai Wadek Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UM ini mengatakan, wisuda periode 122 diselenggarakan pada Sabtu (11/11/2023). Jumlah wisudawan sebanyak 1.253 orang.
Sedangkan wisuda periode 123 diselenggarakan pada Minggu (12/11/2023) dengan jumlah wisudawan sebanyak 1.250 orang. Prosesinya berlangsung di Graha Cakrawala.
BACA JUGA:
Semeru Team Raih Juara I di KMHE 2023, UM Malang Konsisten Juara Selama 7 Tahun
“Wisuda periode 122, jumlah lulusan yang mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar dari 2,75 pada program Diploma dan Sarjana sebanyak 1.128 orang (99,82 persen). Predikat yudisium kelulusan adalah: Dengan Pujian sebanyak 966 orang (85,49 persen),” ungkapnya.
Pada wisuda periode 122 dan 123, terdapat mahasiswa yang terpilih sebagai lulusan pemuncak prestasi akademik yaitu. Dr. Devi Permatasari, S3 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan IPK 3.95, lama studi 5 semester, lulus dengan predikat Dengan Pujian. Kemudian, Rahayu Asyhari, M.Pd, S2 Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), IPK 4.00, lama studi 3 semester, lulus dengan predikat Dengan Pujian.
Untuk S1 diraih Isa Ansori, S.Pd, dari Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), IPK 3.89, lama studi 7 semester, lulus dengan predikat Dengan Pujian. Sedangkan jenjang Vokasi diraih Duwi Febriansah, A.Md, D3 Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), IPK 3.74, lama studi 6 semester, lulus dengan predikat Dengan Pujian.
Sedangkan untuk lulusan mahasiswa yang berprestasi di bidang non akademik adalah Daffa’ Rizal Dzulfaqaar Alauddin, S.Si, S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPK 3.85, lama studi 8 semester, lulus predikat Dengan Pujian, dengan berbagai capaian prestasi. Salah satunya Gold Medal: Genius Award Suranaree University of Technology (SUT) Global Entrepreneurship Camp, Thailand Tahun 2023.
Sementara itu, pada wisuda periode ke-123, jumlah lulusan yang mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar dari 2,75 pada program Diploma dan Sarjana sebanyak 1.093 orang (99,73 persen). Sedangkan predikat yudisium kelulusannya adalah: Dengan Pujian sebanyak 881 orang (80,38 persen).
BACA JUGA:
Ganjar Ajak Mahasiswa UM Malang Berperan dalam Ekonomi Biru dan Hijau
Pada wisuda periode 123, terdapat mahasiswa yang terpilih sebagai lulusan pemuncak prestasi akademik. Dr. Riyadlotus Sholichah, S3 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), IPK 3.95. Siti Mazhar Khuzaimah Efendi, M.Pd, S2 Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), IPK 4.00.
Kemudian ada, Risa Dwi Novitasari, S.Pd, S1 Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), IPK 3.97. Eksal Fikri Ridfandi, A.Md, D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik (FT), IPK 3.32, lama studi 7 semester, lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Duwi Febriansah, A.Md, D3 Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), IPK 3.74.
Sedangkan untuk lulusan mahasiswa yang berprestasi dibidang non akademik adalah Riko Rahmad Adriansyah, S.Pd, dengan berbagai capaian prestasi. Salah satunya, Gold Medal: World Invention Competition and Exhibition Tahun 2021
“Dengan demikian, Universitas Negeri Malang telah mewisuda sebanyak 155.370 orang, terdiri atas 2.487 orang program Doktor; 12.482 orang program Magister; 103.368 orang program Sarjana; 17.112 orang program Diploma III; 1.908 orang lulusan PPG; dan 18.013 orang program Non Gelar,” tutup ketua pelaksana. [dan/beq]






