Probolinggo (beritajatim.com) – Pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo 2023 diprediksi lebih rendah dibndingkan tahun sebelumnya. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pengembangan ekonomi daerah 2023 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo.
Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Diah Sajekti Widowati Sigit, mengatakan ada tiga unsur yang diterapkan dalam pengembangan ekonomi. Ketiganya yakni pengembangan produk unggulan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan dukungan bagi ekonomi kreatif.
Produk unggulan daerah telah ditetapkan dengan peraturan Wali Kota Probolinggo. Sedangkan potensi sumber daya alam diidentifikasi melalui Forum Grup Diskusi (FGD) di berbagai kelurahan dan kecamatan.
“Perlu adanya komitmen bersama antar PD dan stakeholder untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah. PD terkait bisa melakukan program atau kegiatan yang mendukung pengembangan ekonomi daerah dimaksud,” kata Dyah.
BACA JUGA:
Program IVA Kabupaten Probolinggo Masih Jauh dari Target
Menanggapi hal tersebut, Sekda Pemkot Probolinggo Ninik Ira Wibawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo telah mencapai angka rata-rata. Ninik membeberkan saat ini Pemkot Probolinggo terkait pertumbuhan ekonomi sudah mencapai angka rata-rata 5,5 persen.
Namun jika diruntut, dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo sejak tahun 2020 lalu menjadi periode yang sangat buruk, dimana angka pertumbuhan ekonomi turun drastis mencapai 3,64 persen. Kemudian di tahun selanjutnya yakni 2022 angka pertumbuhan ekonomi terus meningkat mencapai 6,12 persen dan turun kembali menjadi 5,5 persen di 2023 akhir.
“Kota Probolinggo berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan menempati peringkat ke 8 di antara kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi,” katanya.
BACA JUGA:
Pemkot Probolinggo Genjot Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca
Sedangkan produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Kota Probolinggo juga menunjukkan peningkatan yang konsisten, dengan satu penurunan pada tahun 2020 akibat pandemi Covis-19.
“Potensi peningkatan ekonomi dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut, terbukti menjadi support PED Kota Probolinggo,” ujarnya. [ada/beq]






