Jember (beritajatim.com) – Kekuatan dan kelemahan tim sepak bola Liga 3 Persid terungkap dalam pertandingan persahabatan dengan Persewangi Banyuwangi, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (4/11/2023) sore.
Persid memang menang 1-0 melalui gol penalti yang dicetak sang kapten Iwan Sampurno pada manit 88. Namun secara umum, permainan tim berjuluk Macan Raung itu jauh dari sempurna. Menguasai pertandingan, Persid justru kesulitan mencetak gol lebih banyak ke gawang Persewangi.
Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi, menyebut Persid tim yang bagus. “Pemain sayapnya bagus, Energik. Cuma saya lihat lini tengahnya masih kurang pintar, masih lemah,” katanya.
Menurut Bagong, gelandang-gelandang Persid kurang mampu menyuplai bola untuk pemain-pemain di lini depan. “Iwan Sampurno juga sudah lambat karena faktor usia,” katanya.
Kelemahan ini bukannya tak disadari oleh jajaran pelatih Persid. Achmad Jainuri, asisten pelatih Persid, mengakui, ketahanan fisik para pemain masih perlu ditingkatkan.
“Kalau kiper, tidak ada masalah. Tidak ada problem. Kalau stopper hanya ada kesalahan sedikit dalam pertandingan kemarin, miskomunikasi dengan kiper<" katanya, ditulis Selasa (7/11/2023).
Lini tengah Persid dinilai Jainuri lumayan bagus. "Hanya kami tidak sayap kiri seperti tahun 2017. Kami perlu sayap kiri dan kanan. Kemarin sayap kiri diisi Faisol dan kanan Syamsul," katanya. Peran Iwan masih cukup sentral. Dia berhasil membuat lini tengah Persewangi tak banyak berkutik, dan memaksa lawan memainkan bola-bola lambung langsung ke depan. "Namun kami memang perlu melakukan pembenahan dalam waktu sebulan ini," kata Jainuri. Soal kritik yang menyebut lini tengah Persid kurang bisa menyuplai bola ke depan, Jainuri mengatakan, itu tak lepas dari pergerakan sayap kiri dan kanan yang kurang optimal dan kreatif. "Memang pemain sayap kami masih muda. Pemain sayap kami masih kurang memahami posisi, kapan bertahan dan minta bola untuk keluar. Pokok ada bola kejar, ya habis staminanya. Minta bola ke pinggir terus, kapan ke gawangnya?" katanya. Namun Jainuri percaya diri dengan kemampuan pemain Persid. Apalagi ada enam pemain eks tim sepak bola Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur yang sudah saling mengenal. Membenahi fisik pemain menjadi pekerjaan rumah pelatih Persid. "Fisik para pemain tidak seperti saar Liga 3 tahun 2017. Saya sudah ngomong ke head coach, greget anak-anak belum nampak,," kata Jainuri. [wir]





