Blitar (beritajatim.com) – SN, suami dari jenazah yang ditemukan meninggal dunia di sebuah sungai Dusun Talok Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar justru menghilang. Saat kejadian, SN jutsur tidak berada di rumah.
Rumah yang ditempati oleh SN dan Sri Juanah (70) justru terkunci rapat. Keberadaan SN pun masih jadi tanda tanya, kemana pria paruh baya tersebut menghilang disaat sang istri meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar dan diduga menjadi korban pembunuhan.
Warga sekitar pun menaruh kecurigaan terhadap SN. Warga curiga bahwa pelaku pembunuhan Sri Juanah adalah suaminya sendiri. Kecurigaan warga ini bukan tanpa alasan karena sebelum peristiwa ini terjadi, korban sempat cerita kepada tetangga mengenai suaminya yang cemburuan.
“Suaminya tidak ada di rumah, selama ini mereka berdua tinggal di rumah tersebut namun, saat kejadian tidak ada rumah juga ditutup,” kata Wardoyo, Ketua RT 01 RW 03 Dusun Talok Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Senin (06/11/23).
Baca Juga: Perempuan Lansia di Blitar Ditemukan Meninggal di Sungai
Usai jenazah korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Satreskrim Polres Blitar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain melakukan olah TKP di lokasi temuan mayat, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban.
Disana polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa Sri Juanah (70). Namun terkait apa saja barang bukti yang dapati oleh polisi, warga sekitar belum mengetahuinya.
“Suaminya ini memang cemburuan suka marah, itu cerita korban beberapa waktu lalu ke tetangga,” imbuhnya.
Meski dikenal cemburuan, namun warga sekitar belum pernah mendengar adanya pertengkaran yang terjadi antara suami istri tersebut. Bahkan malam sebelum kejadian, para tetangga juga tidak mendengar adanya keributan dari rumah SN dan Sri Juanah.
“Kalau ribut tidak pernah dengar ya, tapi kalau cemburuan itu yang diketahui oleh para tetangga,”
Di Tempat terpisah, Kapolsek Garum Iptu Punjung Setyo membenarkan bahwa sang suami tidak ada di rumah saat Sri Juanah ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka-luka di kepala. Rumah yang biasa dihuni keduanya pun juga dalam kondisi tertutup.
“Kondisi rumah tertutup, tadi olah TKP dilakukan oleh Satreskrim kami hanya mendampingi saja,” kata Punjung.
Kasus ini pun masih diselidiki lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Blitar. Pemeriksaan saksi-saksi juga terus dilakukan oleh aparat kepolisian. Sejumlah barang bukti pun telah diamankan oleh Satreskrim Polres Blitar.
“Kami belum bisa membuka apa saja barang bukti yang ditemukan karena itu kewenangan dari Satreskrim Polres Blitar,” tutupnya. (owi/ted)






