Surabaya (beritajatim.com) – Janji, janji dan janji, kembali diungkapkan manajemen Persebaya. Setelah terseok-seok di urutan 11 klasemen, kini manajemen Bajul Ijo kembali berjanji bahkan sedikit merevisi target yakni bertengger di 4 besar pada akhir kompetisi.
Seperti diketahui, sejak pra musim, manajemen tim Bajul Ijo dengan lantang berani mematok target juara Liga 1 2023/2024. Namun kenyataannya, jangankan bertengger di papan atas, Persebaya justru terbelenggu diurutan 11 dengan raihan 22 poin dengan rincian 6 kali menang, 4 kali draw dan 7 kalah,
Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya hingga kini mengaku tidak pernah menganulir target Bajul Ijo menjadi juara Liga 1 musim ini.
Bahkan CEO Persebaya, Azrul Ananda, tetap dengan komitmennya sejak Aniversary 28 Juli lalu yakni tim yang bermarkas di Gelora Bung Tomo, tetap berambisi juara musim ini. “Kami tidak pernah menganulir kata juara itu, kita bicara sejak Aniversary Juli lalu. Kita ingin juara, dan prosesnya sampai saat ini memang tidak sesuai dengan haraapan dan kami masih terus berupaya untuk menuju ke arah itu,” ungkapnya.
Untuk membuktikan itu, manajemen telah melakukan evaluasi dengan mencoret 10 pemain, baik lokal dan asingnya. Bahkan di tiga pertandingan awal putaran kedua, Persebaya mematok target kemenangan saat melawan Barito Putra, PSIS Semarang dan Persija Jakarta.
“Kalau suporter ingin tiga poin di putaran kedua nanti, kami juga ingin seperti itu. Jadi tolong suportnya, kita tunggu sampai tiga pertandingan melawan Persija Jakarta mendatang. Target jangka pendek, kita akan mengejar posisi empat besar, jadi kami tidak pernah menganulir jika kita tidak ingin naik ke juara atau di lima besar,” imbuhnya.
Jika target tersebut tidak sesuai ekspektasi, Candra mempersilahkan para suporter untuk kembali menagihnya. “Kalian sudah mendengar komitmen manajemen, jika itu semua tidak sesuai harapan, kalian bisa tagih kami kembali ke sini,” imbuhnya. (way/kun)
BACA JUGA: Nasib Terancam, Ini Jawaban Manajemen Persebaya






