Jakarta (beritajatim.com) – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) dengan 5 bank syariah lainnya. Kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Business and Financing Deals – Bulan Pembiayaan Syariah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Jakarta Convention Centre.
UUS bankjatim bekerja sama dengan Bank Muamalat, Bank NTB Syariah, BJB Syariah, UUS Kaltim Kaltara, dan BSI. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS).
“Sinergi seperti ini dapat lebih memperkuat struktur perbankan syariah, baik dari aspek bisnis, permodalan, asset, maupun likuiditas,” ujar Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto.
UUS bankjatim menyambut baik adanya PUAS yang dilakukan oleh Bank Indonesia lewat kehadiran SiPA. Pihaknya yakin dengan adanya SiPA dapat membuat kolaborasi sesama bank syariah akan semakin baik dan memberikan dampak positif pada perbankan syariah.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan UUS bankjatim kepada Bank Indonesia untuk meningkatkan likuiditas pasar uang syariah,” tegas Edi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan, acara Business and Financing Deals ini sejalan dengan misi penyelenggaraan ISEF yaitu untuk mengintegrasikan dan mewujudkan ide dalam inisiatif yang membawa dampak positif, baik bagi kemajuan ekonomi nasional maupun internasional melalui pengembangan keuangan dan ekonomi syariah.
Hery memaparkan, di tengah gejolak ekonomi saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga baik. Diperkirakan pada tahun 2023 ini pertumbuhan ekonomi sekitar 4,5 s.d 5,3 persen dan diharapkan lebih meningkat lagi pada 2024.
“Kemudian bila dilihat lebih dalam, perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Hery.
Berdasarkan angka per Juni 2023, baik asset, pembiayaan, maupun DPK perbankan Syariah mampu tumbuh double digit. “Asset perbankan syariah tumbuh lebih dari 14% secara tahunan, pembiayaan tumbuh lebih dari 17% secara year on year, serta DPK tumbuh 10,27%,” lanjutnya.
Ketua DEKS Bank Indonesia Arief Hartawan menambahkan, pihaknya berharap bahwa kondisi perekonomian dan situasi politik ke depan bisa terus kondusif untuk mendukung perkembangan perbankan.
“Kami juga terus mendorong penguatan efektivitas pemberian insentif guna mendorong pembiayaan baik secara konvensional maupun syariah,” tandas Arief.[rea]






