Gresik (beritajatim.com)– Kalangan legislatif dalam hal ini, Komisi III DPRD Gresik menindaklanjuti banyaknya keluhan pengguna kendaraan bermotor serta maraknya aksi pelanggaran lalu lintas di kawasan Terminal Bunder Cerme, Gresik. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, ulah nakal para pelanggar juga memicu terjadinya kecelakaan.
Terkait dengan itu, Komisi III DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat mengundang Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dan Satlantas Polres Gresik.
“Saya merasakan sendiri, banyak sekali pelanggaran dan membahayakan bagi pengguna jalan. Terutama pada saat jam padat kendaraan pada pagi hingga sore hari,” ujar Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah, Senin (16/10/2023).
Pelanggaran yang dimaksud lanjut dia, yakni aksi nakal pengendara yang nekat menerobos pembatas jalan simpang empat Terminal Bunder. Tepatnya dari arah Desa Suci menuju Kecamatan Cerme. “Seharusnya ada perubahan arus lalu lintas. Pasalnya, masih banyak yang mengambil kesempatan, apalagi saat tidak ada petugas yang berjaga,” ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan anggota Komisi III Syafi’ AM. Dirinya mengusulkan dua rencana berjangka untuk meminimalisir pelanggaran. Misalnya, dalam rencana jangka pendek, pihak terkait perlu merubah arus lalu lintas. “Mereka yang nekad menerobos banyak yang mengeluh jarak terlalu jauh jika harus putar balik,” katanya.
Ia menambahkan, untuk jangka panjang dirinya mendorong pendirian lampu pengatur lalu lintas. Termasuk, rencana pelebaran jalan pada kawasan tersebut. “Soal ini kami akan berkordinasi dengan pihak provinsi dan nasional mengingat pada titik itu terbagi dalam beberapa kewenangan pengelolaan jalan,” imbuhnya.
Tim gabungan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Gresik telah memberikan atensi khusus pada kawasan itu. Bahkan, akan menindak tegas pemotor bandel yang melawan arah. “Sangat berbahaya hal ini tidak hanya mengancam keselamatan diri sendiri. Tapi, juga membahayakan pengendara lain,” ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Mulya Sugiharto.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Achmad Suudin menyatakan pihaknya akan aktif menghimbau pengguna kendaraan roda dua agar putar balik di depan pom bensin Bunder. Hal ini dilakukan karena ruas Jalan Wahidin Sudirohusodo merupakan akses jalur nasional yang menjadi perlintasan kendaraan besar truk dan tronton.
“Kami sengaja memasang barier beton. Untuk menutup celah para pengemudi yang nekat menerobos dan melawan arah serta dilengkapi dengan rambu lalu lintas agar pengguna jalan bisa tertib,” pungkas Suudin. [dny/kun]
BACA JUGA: Jelang Pemilu Serentak, Polres Gresik Gelar Lat Praops Mantab Brata






